Ilustrasi pabrik farmasi - - Foto: dok MI
Ilustrasi pabrik farmasi - - Foto: dok MI

Pemerintah Dorong Transformasi Berbasis Digital dalam Pengembangan Teknologi Industri Kesehatan

Eko Nordiansyah • 16 Januari 2022 15:47
Jakarta: Pemerintah terus mendorong pengembangan sektor kesehatan dan farmasi dalam agenda pemulihan ekonomi nasional. Salah satunya melalui transformasi berbasis digital agar proses distribusi, penguatan jejaring kesehatan, proses administrasi, lebih efektif dan efisien.
 
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan hingga 2021, Indonesia memiliki 241 industri manufaktur farmasi, 17 industri bahan baku farmasi, 132 industri kesehatan tradisional, dan 18 industri produk ekstraksi alam. Berbagai industri tersebut telah mengekspor produk farmasi dan alat kesehatan ke Amerika Serikat, Inggris, Vietnam, Belanda, Singapura, dan Korea Selatan.
 
"Dalam mendukung upaya pengembangan industri kesehatan, pemerintah telah menyusun Peta Jalan dengan tujuan untuk meningkatkan produksi bahan baku berteknologi tinggi," kata Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam keterangan resminya, Minggu, 16 Januari 2022.
 
Pemerintah juga telah mendorong munculnya riset dan inovasi melalui Pendanaan Riset Inovatif Produktif yang dikelola oleh LPDP, serta menyediakan insentif Super Deduction Tax untuk para technopreneur yang melakukan kegiatan Litbang. Berbagai kebijakan ini dapat dimanfaatkan agar sektor industri nasional melahirkan inovasi-inovasi yang diciptakan insinyur teknik industri.
 
"Dengan terus meningkatkan kemampuan teknikal, manajerial, komunikasi, dan memperkaya skill-set, saya yakin para Insinyur Teknik Industri mampu bersaing secara global dan memberikan sumbangsih besar bagi bangsa," ungkapnya.
 
Airlangga menambahkan, tujuan jangka panjang dari upaya ini guna mencapai kemandirian industri kesehatan sehingga mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri dan menurunkan ketergantungan pada bahan impor.
"Sebagaimana kita harus beradaptasi di masa pandemi, para insinyur Teknik Industri juga harus beradaptasi menghadapi era Industri 4.0 yang ditandai dengan pemanfaatan teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas, efisiensi, dan layanan konsumen secara global," pungkas dia.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif