Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. Foto: Medcom.id/Hendrik Simorangkir.
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra. Foto: Medcom.id/Hendrik Simorangkir.

Biaya Bagasi Turun, Penumpang Garuda Kini Bisa Bawa Barang Lebih Banyak

Annisa ayu artanti • 28 Juni 2022 12:36
Jakarta: Maskapai Garuda Indonesia akan menurunkan biaya bagasi agar memungkinkan penumpang membawa bagasi lebih banyak dari peraturan yang telah ditetapkan sebelumnya.
 
Direktur Utama Garuda Indonesia Irfan Setiaputra telah memperhatikan kebiasaan masyarakat Indonesia yang ketika berpergian suka melebihi kapasitas bagasi yang diterapkan. Atas dasar itu, manajemen memutuskan untuk menurunkan biaya bagasi.
 
"Orang Indonesia kalau bepergian kan sering overweight jadi kita turunkan biaya overweight sehingga sedemikian rupa supaya affordable, bisa memungkinkan penumpang khususnya domestik bawa oleh-oleh banyak tanpa biaya terlalu tinggi," kata Irfan dalam konferensi pers, Selasa, 28 Juni 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Irfan juga menjelaskan, excess baggage ini merupakan bagian dari bisnis kargo yang sedang digeluti Garuda Indonesia. Ia mengaku selama ini manajemen Garuda Indonesia abai dalam melihat potensi bisnis kargo, maskapai pelat merah itu hanya fokus pada bisnis reguler yaitu penumpang.
 
"Jadi memang pertumbuhan kargo selama pandemi cukup menakjubkan ya. Kami di Garuda memang agak abai selama ini karena fokus ke penumpang," ungkapnya.
 
Baca Juga: Garuda Indonesia Proyeksikan Pemulihan Kerja Pascapersetujuan Damai Sah

Lebih lanjut, Irfan pun merinci dalam bisnis kargo terdapat tiga bagian utama. Pertama, kargo domestik. Garuda Indonesia bekerja sama dengan Citilink untuk bermain di kargo domestik.
 
Kedua terkait ekspor, Irfan menjelaskan potensi membawa barang Indonesia untuk ekspor sangat besar. Indonesia memiliki banyak produk yang bisa bersaing di luar negeri.  
 
"Ekspor ini kenapa jadi penting karena banyak sekali produk-produk khususnya di Indonesia timur, khususnya komoditas marine product ini punya kemampuan untuk berdaya saing yang sangat tinggi apabila diterbangkan langsung dari daerah-daerah tersebut tanpa lewat Jakarta. Ini kita sudah buka ke Jepang ke Hong Kong dan ke Singapura dari daerah-daerah tersebut," jelasnya.
 
Ketiga, bisnis kargo sangat potensial karena melihat pertumbuhan bisnis e-commerce. Irfan menambahkan, Garuda Indonesia juga ingin mengambil bagian dari bisnis tersebut.
 
"Yang ketiga tentu saja memastikan pertumbuhan bisnis e-commerce ini kita bisa juga masuk ke dalamnya itu. Di dalam perjalanan memang Kami melihat juga peluang kita transhipment khususnya antara negara-negara di Tiongkok, Eropa, dan Australia karena ada keterbatasan penerbangan langsung ke Australia untuk kargo," pungkasnya.
 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif