Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO
Ilustrasi. FOTO: MI/SUSANTO

Hingga H-2 Natal, 928 Ribu Penumpang Terbang Lewat Bandara AP I

Ekonomi bisnis maskapai Penerbangan Natal natal dan tahun baru angkasa pura 1
Insi Nantika Jelita • 27 Desember 2021 08:20
Jakarta: Selama tujuh hari penyelenggaraan Posko Terpadu Monitoring Angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) dari 17-23 Desember, tercatat 928.315 penumpang pesawat udara telah terlayani di 15 bandara kelolaan Angkasa Pura I atau AP I. Dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu, terdapat pertumbuhan penumpang sebesar 18 persen dari 787.782 orang.
 
"Dengan meningkatnya trafik penumpang, kami mengantisipasinya dengan pengetatan protokol kesehatan. Hal ini juga respons dalam mengantisipasi masuknya varian Omicron," kata Direktur Utama Angkasa Pura I Faik Fahmi, dilansir dari Mediaindonesia.com, Senin, 27 Desember 2021.
 
Untuk trafik pesawat udara di AP I periode 17-23 Desember 2021, tercatat sebanyak 8.828 pergerakan pesawat terlayani. Angka ini turun sembilan persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu sebesar 9.713 pergerakan pesawat. Pada pergerakan kargo, terdapat 10.053.204 kilogram (kg) kargo terangkut pada periode 17-23 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Angka itu menurun empat persen dibandingkan dengan periode yang sama di tahun lalu dengan 10.513.307 kg. Posko monitoring di AP I dibuka sejak H-8 Natal (17 Desember) dan akan berlangsung hingga 4 Januari 2022, atau akan beroperasi selama 19 hari.
 
Keberadaan posko tersebut ditujukan untuk mengawasi penerapan protokol kesehatan secara ketat di 15 bandara kelolaan Angkasa Pura I. "Kami bekerja sama dengan Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP), Imigrasi, serta Satgas Covid-19 untuk mengantisipasi adanya penumpang rute kedatangan internasional yang terpapar virus varian ini," jelas Faik.
 
Mengacu pada Surat Edaran Kementerian Perhubungan Nomor SE 111 Tahun 2021 tentang Pengaturan Mobilitas Masyarakat dengan Transportasi Udara Selama Periode Nataru, syarat bagi calon pelaku perjalanan udara adalah diwajibkan untuk menunjukkan kartu vaksinasi lengkap (vaksinasi dosis kedua) dan hasil negatif rapid test antigen 1x24 jam.
 
Dalam hal pelaku perjalanan tidak vaksin dosis lengkap karena alasan medis maupun belum mendapatkan vaksin dosis lengkap maka mobilitasnya dibatasi untuk sementara. Pelaku perjalanan di bawah usia 12 tahun wajib menunjukkan hasil negatif RT-PCR yang sampelnya diambil maksimal 3 x 24 jam sebelum waktu keberangkatan, serta dikecualikan syarat kartu vaksinasi.

 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif