Ilustrasi aktivitas penambangan di batu bara - - Foto: dok MI
Ilustrasi aktivitas penambangan di batu bara - - Foto: dok MI

Proyek Gasifikasi Batu Bara Kurangi Impor Gas 1 Juta Ton/Tahun

Insi Nantika Jelita • 24 Januari 2022 20:41
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mendukung proyek hilirisasi batu bara menjadi dimetil eter (DME) dalam negeri. Dengan utilisasi enam juta ton batu bara per tahun, proyek ini dapat menghasilkan 1,4 juta DME per tahun untuk mengurangi impor LPG satu juta ton per tahun.
 
"BUMN mendukung penuh arahan Bapak Presiden Joko Widodo yang terus mendorong gasifikasi batu bara. Hal ini bertujuan demi mengurangi impor LPG," ujarnya dalam keterangan resmi, Senin, 24 Januari 2022.
 
Erick mengatakan negara-negara Asia Tenggara lain telah melakukan ekspor barang yang memiliki nilai tambah yang lebih tinggi dibandingkan Indonesia yang masih mengandalkan ekspor raw material atau bahan mentah. Hal ini, lanjutnya, berbeda dengan ekspor Singapura, Malaysia, Thailand, dan Filipina, yang didominasi barang jadi dan setengah jadi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia berharap proyek gasifikasi batu bara yang dilakukan PT Pertamina (Persero), PT Bukit Asam Tbk. (PTBA), dan Air Products & Chemicals Inc. (APCI) dapat mengurangi subsidi LPG sebesar Rp7 triliun per tahun dapat menjadi babak baru proyek gasifikasi batu bara.
 
"Hilirisasi sumber daya alam dengan gasifikasi batu bara menjadi gas DME untuk mengurangi impor LPG merupakan bagian dari transformasi BUMN," jelas Erick.
 
Tak hanya dari investasi, dia menilai PSN gasifikasi batu bara juga memberikan multiplier effect atau efek ganda, berupa menarik investasi asing lainnya, memberdayakan industri nasional melalui penggunaan porsi Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN), hingga penyerapan tenaga kerja lokal. 
 
Selain itu, Erick berujar, kerja sama gasifikasi batu bara juga mampu memberikan penghematan cadangan devisa hingga Rp9,7 triliun per tahun dan menyerap 10 ribu tenaga kerja. 
 
"Gasifikasi batu bara memberikan nilai tambah langsung pada perekonomian nasional secara makro karena sejalan dengan arahan presiden untuk mengurangi ketergantungan pada produk impor," pungkasnya.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif