Berdasarkan survei United Overseas Bank (UOB), Indonesia menempati urutan kedua tertinggi di ASEAN setelah Thailand. Dalam survei tersebut, ditemukan bahwa UMKM di negara ASEAN tengah berupaya menanamkan modalnya pada teknologi meski dihadapkan pada penurunan pendapatan.
Head of Group Business Banking UOB Lawrence Loh mengatakan dampak covid-19 terhadap aspek ekonomi, bisnis, dan sosial menunjukkan pentingnya teknologi bagi kegiatan usaha UMKM di ASEAN.
"Setelah dihadapkan pada gangguan operasional bisnis mereka akibat covid-19, banyak dari perusahaan-perusahaan ini dengan cepat menyadari bahwa teknologi dapat membuat perbedaan pada bisnis mereka," katanya dalam keterangan tertulis, Kamis, 2 Juli 2020.
Ia menjelaskan melalui teknologi banyak pelaku UMKM yang melakukan perubahan model bisnis atau operasional bisnis. Beberapa sektor yang melakukan perubahan pola bisnisnya dan beralih menggunakan teknologi adalah UMKM sektor makanan dan minuman (F&B), teknologi informasi dan komunikasi, serta sektor kesehatan.
Ketika UMKM sudah memanfaatkan teknologi dalam menciptakan model bisnis baru yang berkelanjutan, para pelaku pun akan menyadari bahwa teknologi juga dapat membantu mengelola arus kas dengan lebih baik.
Sementara itu, perwakilan Accenture di Asia Tenggara Divyesh Vithlani menyatakan, ketika semakin banyak UMKM bersiap untuk membuka kembali operasionalnya maka fokus pelaku usaha kepada teknologi akan semakin intensif. Sebab, para pelaku usaha meyakini bahwa teknologi akan semakin memudahkan bisnisnya.
"Usaha kecil yang fokus pada transformasi digital akan menjadi lebih gesit dan bertahan di masa depan serta menikmati imbal hasil yang cepat," jelasnya.
Ia menambahkan investasi dalam teknologi ini juga semakin penting karena usaha kecil adalah tulang punggung dan mesin pertumbuhan ekonomi.
"Sehingga kembalinya sektor UKM pasca covid-19 akan menjadi titik balik yang cepat untuk perekonomian ASEAN," tukas dia.
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
(Des)











