Ilustrasi. (FOTO: AFP)
Ilustrasi. (FOTO: AFP)

Pendapatan Ojek Online Menurun Seiring Penerapan Kerja dari Rumah

Ekonomi virus corona social distancing
Ilham wibowo • 22 Maret 2020 13:55
Jakarta: Penerapan metode kerja dari rumah atau work from home (WFH) selama masa tanggap darurat virus korona covid-19 dirasakan pada turunnya pendapatan pengemudi ojek online. Dalam seminggu terakhir, mereka kehilangan hingga 70 persen transaksi.
 
"Setelah seminggu menerapkan sosial distancing serta WFH ini tentu pendapat dari temen-temen ojek online ini anjlok drastis. Sangat sepi sekali order dan memang menurunkan penghasilan 50-70 persen," kata Ketua Presidium Gabungan Aksi Roda Dua (Garda) Igun Wicaksono kepada Medcom.id, Minggu, 22 Maret 2020.
 
Sepinya order terutama terjadi di kota-kota besar seperti wilayah Jabodetabek, Bandung, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, dan Bali. Pemerintah setempat saat ini telah memberikan sosialisasi masif agar masyarakat untuk sementara diam di rumah.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Igun mengatakan bahwa pendapatan bersih rata-rata pengemudi ojek online di momentum seperti ini tak lebih dari Rp50 ribu per hari. Aktivitas masyarakat sangat berpengaruh bagi para ojek online terutama pada sepinya wilayah perkantoran.
 
"Kondisi normal itu bisa Rp200 ribu per hari, sekarang tidak sampai Rp100 ribu, belum kepotong biaya biaya operasional, seperti bensin dan makan di jalan sehari-hari, take home pay per hari itu mungkin maksimal hanya Rp50 ribu," ungkapnya.
 
Meski diselimuti kekhawatiran tertular virus, hingga saat ini para ojek online tetap memilih untuk beroperasi mencari keuntungan. Menurut Igun, memaksimalkan fitur pesan antar makanan pada aplikasi saat ini jadi pilihan alternatif usaha.
 
"Ini dilematis, kalau mereka tidak operasional sehari itu sulit memberikan nafkah bagi keluarganya. Apalagi mereka juga punya tanggungan lain seperti cicilan kendaraan bermotor, itu yang membuat temen-temen akhirnya memilih nekat untuk tetap beroperasi melayani masyarakat," tuturnya.
 
Pengemudi ojek online, Dadang Lesmana, mengatakan dirinya masih melayani order penumpang lantaran masih yakin bisa menghindari penularan wabah yang bermula di Wuhan, Tiongkok ini. Selain menjaga kebersihan diri, ia juga ikut memberikan imbauan kepada penumpang agar waspada menggunakan peralatan berkendara.
 
"Kami semaksimal mungkin tidak bersentuhan dengan penumpang dengan memakai pakaian serba tertutup, kami imbau juga agar penumpang bisa gunakan masker dan rajin mencuci tangan dengan hand sanitizer," ujarnya.
 
Para penumpang ojek online sementara juga diminta agar menyiapkan helm SNI pribadi agar bisa mejaminan kebersihan yang diawasi setiap saat. Jarak tempuh lokasi antar pun disarankan tidak terlalu jauh.
 
"Fitur percakapan digital bisa dimanfaatkan maksimal misalnya dalam memesan makanan untuk selalu terbungkus dan bisa ditaruh di pintu atau pagar lokasi antar agar tidak terjadi kontak langsung antara driver dengan pelanggan seperti yang dianjurkan pemerintah," tuturnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif