Jamur susu harimau. (Foto: Dok. Kementan)
Jamur susu harimau. (Foto: Dok. Kementan)

Ekspor Jamur Susu Harimau Meningkat 12 Persen

Gervin Nathaniel Purba • 11 April 2020 16:15
Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) kembali mengapresiasi pelaku usaha di sub sektor hortikultura berupa jamur susu harimau yang telah berhasil meningkatkan volume ekspor. Kementan mencatat terdapat peningkatan ekpsor jamur susu harimau sebanyak 12 persen.
 
Jamur susu harimau (Lignosus rhinocerus) banyak dibudidayakan petani jamur di kabupaten Flores dan juga di Kabupaten Lembata. Jamur susu harimau biasanya diekspor dalam bentuk kering dan digunakan di negara tujuan ekspor sebagai bahan baku obat herbal dan kosmetik.
 
Kepala Karantina Pertanian Ende Yulius Umbu Hunggar menjelaskan permohonan sertifikasi karantina untuk ekspor jamur susu harimau di Karantina Pertanian Ende tercatat meningkat. Sebanyak 2,1 ton dengan nilai ekonomis Rp1,98 miliar tercatat untuk permohonan ekspor di triwulan pertama 2020. Hal ini meningkat sebanyak 12 persen pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

"Bisa jadi karena permintaan terhadap bahan baku obat herbal meningkat di dunia akibat pandemi covid-19. Tiongkok paling besar meminta komoditas ekspor ini," ujar Yulius, dalam keterangan tertulis, Sabtu, 11 April 2020.
 
Yulius juga menjelaskan, saat ini ekspor di NTT belum dapat dikirim secara langsung, melainkan melalui Denpasar atau Surabaya. Kendala transportasi menjadi salah satunya dan saat ini pihaknya bersama instansi terkait mendorong dibukanya akses ekspor langsung dari Ende.
 
"Dukungan pemerintah daerah yang baik, serta kerja sama petani dan juga pelaku usaha yang sinergis akan dapat meningkatkan volume dan pasar ekspor yang terus berkelanjutan. Semoga dalam waktu dekat dapat kita realisasikan bersama ekspor langsung dari Ende," ujarnya.
 
Pada kesempatan terpisah, Kepala Badan Karantina Pertanian (Barantan) Kementan Ali Jamil mengapresiasi peningkatan ekspor jamur susu harimau. Kementan bertekad akan mendorong lagi peningkatan ekspor ke depan.
 
"Produk lokal yang sudah memiliki pasar ekspor seperti ini yang harus kita dorong. Ke depan harusnya sudah bisa diekspor dalam bentuk ekstrak, pasta atau bahkan dalam bentuk jadi. Sehingga bisa memberi nilai tambah," kata Jamil.
 
Kata Jamil, Menteri Pertanian (Syahrul Yasin Limpo, red) menaruh perhatian khusus untuk hilirisasi industri produk pertanian. Selain deregulasi aturan untuk mendorong iklim investasi yang dilakukan pemerintah, penyaluran pembiayaan usaha melalui kredit usaha rakyat (KUR) juga terus digencarkan.
 
"Saatnya kita melangkah lebih cepat, silahkan manfaatkan fasilitas ini. Harapannya dengan adanya hilirasi produk makin tinggi nilainya dan makin laris di pasar dunia," kata Jamil.
 
Dalam memastikan potensi lokal dapat terus masuk pasar global, pihaknya tetap memberikan layanan publik terbatas. "Mematuhi protokol keselamatan kerja dan meningkatkan biosekuriti di ruang-ruang pelayanan," katanya.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ROS)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan