ilustrasi beban  listrik Jakarta - - Foto: Antara/ M Agung Rajasa
ilustrasi beban listrik Jakarta - - Foto: Antara/ M Agung Rajasa

Lebaran Tanpa Mudik, Beban Listrik Jakarta Diramal Naik

Ekonomi pln Idulfitri 2020
Suci Sedya Utami • 22 Mei 2020 20:28
Jakarta: PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jakarta Raya memperkirakan beban puncak selama hari H perayaan Idulfitri mencapai 3.508,31 megawatt (MW). Angka tersebut serupa dengan beban puncak Jakarta saat akhir pekan selama pandemi covid-19.
 
General Manager PLN UID Jakarta Raya Doddy B. Pangaribuan mengatakan jika dibandingkan Idulfitri tahun lalu, perkiraan beban puncak di Lebaran tahun ini mengalami kenaikan sebesar 30,31 persen. Hal ini imbas pelarangan mudik oleh pemerintah dan adanya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa daerah selama masa pandemi.
 
"Meskipun aktivitas di rumah meningkat akibat kebijakan pemerintah tersebut, pasokan listrik aman karena perkiraan beban puncak saat Idulfitri berada di bawah daya mampu pembangkit di Jakarta yang berada di angka 11.460 MW," kata Dody di Jakarta, Jumat, 22 Mei 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Karena itu, PLN UID melakukan berbagai persiapan menjelang Lebaran yakni melakukan inspeksi jaringan listrik, simulasi keandalan listrik Masjid Istiqlal, menyiagakan sebanyak 2.688 personel, serta menyiagakan peralatan pendukung untuk pengawalan pasokan dan keandalan kelistrikan.
 
Selai itu, PLN UID Jakarta Raya juga melakukan pantauan khusus pada 35 RS Rujukan Penanganan covid-19 dan tiga Lembaga Non-RS. Layanan PLN tetap siaga 24 jam dan tidak ada pekerjaan yang mengakibatkan padam selama siaga Lebaran.
 
"Pasokan listrik aman dan cukup. Pengawalan kelistrikan RS Rujukan COVID-19 juga tetap berjalan tanpa henti. Semoga umat muslim khususnya di Jakarta bisa merayakan Idulfitri dengan penuh suka cita meski di tengah kondisi pandemi ini," pungkas Dody.
 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif