Salah satu produk berbasis eucalyptus buatan Balitbangtan. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo
Salah satu produk berbasis eucalyptus buatan Balitbangtan. Foto: Medcom.id/Ilham Wibowo

Alasan Produk Antivirus Eucalyptus Berbentuk Kalung

Ilham wibowo • 06 Juli 2020 15:46
Jakarta: Aromaterapi eucalyptus hasil riset Badan Litbang Pertanian (Balitbangtan) yang kandungannya diyakini mampu membunuh virus korona (covid-19) siap diproduksi massal. Model kalung sengaja didesain agar penggunanya bisa memanfaatkan fungsinya dengan mudah.
 
Peneliti Utama Virologi Molekuker Balitbangtan Indi Dharmayanti memaparkan bahwa produk kalung tersebut merupakan menyerupai aksesori, sehingga mudah dibawa ke mana saja tanpa khawatir tertinggal atau tercecer. Produk ini dalam skala yang lebih luas bisa saja didesain sebagai gantungan kunci, kipas, pulpen, atau bentuk lainnya yang mengantarkan aromaterapi.
 
"Sebenarnya isi kalung itu sama dengan formula yang untuk inhaler, kalau inhaler karena ukuran kecil kadang kita lupa menyimpan atau terselip di mana saat kita akan menggunakannya," kata Indi saat konferensi pers, Senin, 6 Juli 2020.

Selain kalung, Balitbangtan juga membuat desain dalam bentuk balsam, roll on, inhaler, serta difuser. Seluruh cara penggunaannya perlu dihirup agar bahan aktif pada eucalyptus yakni 1,8-cineole akan mempersulit virus bereplikasi dan akhirnya terus berkurang jumlahnya.
 
"Oleh karena itu dibentuk kalung sehingga kita akan mudah menghirup setiap 2-3 jam sekali 5-15 menit dihirup atau didekatkan ke hidung agar mampu melakukan inaktivasi virus yang berada di rongga hidung," paparnya.
 
Produk kalung aromaterapi Balitbangtan, lanjut dia, diformulasikan berbasis minyak eucalyptus sp. dan didesain dengan teknologi nano dalam bentuk serbuk dan dikemas dalam kantong berpori. Teknologi nano membuat ukuran partikel bahan aktif menjadi sangat kecil dan luas permukaannya menjadi sangat besar.
 
"Dengan demikian, luas bidang kontaknya menjadi sangat besar dan dapat menekan penggunaan bahan aktif," tuturnya.
 
Produk ini mengeluarkan aroma secara lepas lambat atau slow release sehingga berfungsi sebagai aromaterapi selama jangka waktu tertentu. Agar mendapatkan efek aromaterapi yang optimal, penggunaannya dilakukan dengan cara menghirup aroma dari lubang-lubang kemasannya.  
 
"Produk ini mengandung bahan yang telah diuji secara in-vitro di laboratorium memiliki aktivitas antivirus, baik terhadap virus influenza maupun virus korona yakni gamma- dan beta-corona," ucapnya. 
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(DEV)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan