USAID SEGAR dan RSPO menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pada 15 Agustus 2022 untuk membangun sektor kelapa sawit yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan di Indonesia. Foto: Dokumen USAID
USAID SEGAR dan RSPO menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) pada 15 Agustus 2022 untuk membangun sektor kelapa sawit yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan di Indonesia. Foto: Dokumen USAID

Badan Pembangunan AS Khawatir Industri Sawit Abaikan Aspek Berkelanjutan

Annisa ayu artanti • 15 Agustus 2022 15:45
Jakarta: Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (United States Agency for International Development/USAID) mendorong industri kelapa sawit Indonesia untuk lebih bertanggung jawab dan meningkatkan aspek berkelanjutan. 
 
Hal itu disampaikan Direktur Kantor Lingkungan Hidup USAID Indonesia, Brian Dusza. Pasalnya, perkembangan industri sawit di Indonesia telah berkontribusi secara signifikan terhadap perekonomian daerah maupun nasional. 
 
Akan tetapi, perkembangan ini juga meningkatkan kekhawatiran terhadap dampak lingkungan dan aspek berkelanjutan. Meskipun terdapat peningkatan jumlah perusahaan sawit yang telah menerapkan prinsip-prinsip keberlanjutan di seluruh rantai pasokannya, menurutnya, perlu diperkuat aspek keberlanjutan di antara para perusahaan dan petani swadaya. 
 
Baca juga: AS Percepat Transformasi Energi Bersih di Indonesia

USAID melalui program Sustainable Environmental Governance Across Regions (SEGAR) telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) dengan Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO) untuk mendukung produksi kelapa sawit yang lebih bertanggung jawab dan berkelanjutan di Indonesia. 

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Melalui kerja sama ini, USAID turut berpartisipasi mendukung rantai pasok kelapa sawit yang berkelanjutan di Indonesia,” kata Brian Dusza dalam keterangan tertulis, Senin, 15 Agustus 2022.
 
Ia menjelaskan, dalam kerja sama ini nantinya akan memperluas petani swadaya bersertifikat dengan rantai pasok anggota RSPO, bekerja dengan pemerintah daerah dan perusahaan anggota RSPO untuk meningkatkan kualitas perencanaan dan tata guna lahan yang mempertimbangkan kawasan dengan nilai konservasi tinggi, dan meningkatkan pelaksanaan Prosedur Remediasi dan Kompensasi (RaCP).
 
“Kami percaya sektor kelapa sawit yang lebih hijau dan berkelanjutan akan menghasilkan pembangunan inklusif yang menjaga nilai-nilai lingkungan dan sosial," ucapnya.
 
Di sisi lain, kerja sama antara pemangku kepentingan utama -termasuk sektor swasta, pemerintah, dan badan pembangunan internasional dapat mendukung keberlanjutan yang lebih besar dalam rantai nilai kelapa sawit.
 
USAID SEGAR pun mendukung pemerintah dan berbagai pemangku kepentingan di Indonesia untuk meningkatkan tata kelola lingkungan, khususnya pada sektor-sektor berbasis lahan. 
 
Chief Executive Officer RSPO, Joseph D’Cruz juga menyampaikan kunci untuk mengubah komitmen sertifikasi menjadi perubahan sistemik yang nyata adalah dengan mendukung para aktor dalam rantai pasokan kelapa sawit yang membuat perubahan itu. 

 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif