Gedung Pertamina. FOTO: Setkab
Gedung Pertamina. FOTO: Setkab

Kurangi Distribusi Minyak Tanah, Pertamina: Sesuai Arahan BPH Migas!

Antara • 24 November 2022 14:31
Kupang: PT Pertamina Wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) mengurangi kuota minyak tanah sesuai arahan dari Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas (BPH Migas). Adapun pengurangan distribusi minyak tanah untuk NTT sebanyak 2,02 persen pada 2022 atau setara dengan 3,791 kiloliter.
 
"Terkait kuota minyak tanah, memang benar terjadi pengurangan atas arahan dan kebijakan dari BPH Migas. Kami sebagai operator hanya menjalankan tugas sesuai kuota yang ditetapkan," kata Sales Branch Manager Rayon I NTT Muhammad Herdiansyah Putra di Kupang, dilansir dari Antara, Kamis, 24 November 2022.

 
Pernyataan itu menanggapi kelangkaan BBM jenis minyak tanah di Kota Kupang yang berdampak pada antrean pembelian minyak tanah di sejumlah pangkalan minyak tanah. Dia mengatakan pada 2022 ini jumlah penyaluran minyak tanah sebesar 104.990 kiloliter, lebih rendah dari 2021 yang jumlahnya mencapai 108.781 kiloliter.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sementara itu, untuk kuota November hingga Desember lebih rendah yaitu 16,19 persen yaitu sebesar 15.865 KL dari realisasi selama periode yang sama pada 2021. Muhammad menambahkan saat ini BPH Migas sudah melakukan peninjauan terkait hal tersebut dan Pertamina sebagai operator masih menunggu arahan lebih lanjut. 
Baca: Susul Arab Saudi, Indonesia Bisa Jadi Raja Energi Baru

"Kami masih tunggu arahan lebih lanjut lagi," ujar dia.
 
Sedangkan pantauan di sejumlah pangkalan minyak tanah menunjukkan sejumlah warga mengantre untuk mengisi minyak tanah di pangkalan minyak tanah karena stok minyak kosong. Beberapa warga rela mengantre dari pagi di pangkalan minyak tanah untuk bisa mendapatkan minyak dalam jumlah banyak.
 
Fitri, pemilik pangkalan minyak tanah, mengatakan terpaksa menjual dengan harga Rp20 ribu per liter karena jumlah pasokan berkurang. "Ada pengurangan minyak tanah dari Pertamina, sehingga harganya kami naikkan," ujar dia.

 
Menurut dia, jika ada pasokan minyak tanah, hanya dalam beberapa jam langsung habis sehingga banyak warga tidak mendapatkan minyak tanah. “Jadi misalnya masuk pagi sekitar 200 liter, sampai pukul 13.00 WITA sudah habis, karena banyaknya permintaan,” pungkas dia.
 
Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id
 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif