Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti memberikan sambutan dalam pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit and Expo (IFSE) 2026. Foto: Istimewa
Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti memberikan sambutan dalam pembukaan Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia (FEKDI) x Indonesia Fintech Summit and Expo (IFSE) 2026. Foto: Istimewa

FEKDI x IFSE 2026: Ekosistem Ekonomi dan Keuangan Digital Makin Terintegrasi

Annisa ayu artanti • 30 September 2026 17:23
Ringkasnya gini..
  • FEKDI x IFSE 2026 dihadiri sekitar 30 ribu pengunjung dan mencatat lebih dari 340 business and talent matching.
  • Bank Indonesia memperluas inisiasi QRIS Antarnegara dengan Hong Kong dan Timor Leste serta memperkuat Indonesia Travel Pack.
Jakarta: Sinergi yang terbangun selama Festival Ekonomi Keuangan Digital Indonesia dan Indonesia Fintech Summit & Expo 2026 (FEKDI x IFSE 2026) menunjukkan bahwa transformasi ekonomi dan keuangan digital tidak hanya membutuhkan infrastruktur dan inovasi teknologi, tetapi juga membutuhkan talenta-talenta unggul yang mampu menjadi motor penggerak perubahan. Demikian disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, saat menutup FEKDI x IFSE 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC) (26/9).
 
FEKDI x IFSE 2026 kembali mencatatkan capaian positif dalam mendorong penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan digital Indonesia. Gelaran sinergi antara otoritas, industri, dan berbagai pemangku kepentingan ini menghadirkan rangkaian program yang mendorong inovasi digital, pengembangan talenta, serta konektivitas ekonomi keuangan digital antarnegara. FEKDI x IFSE 2026 dihadiri oleh sekitar 30.000 pengunjung, baik secara daring maupun luring, serta menghadirkan lebih dari 30 seminar dan talkshow, yang melibatkan lebih dari 40 institusi dan 50 ahli serta praktisi di bidang ekonomi dan keuangan digital.
 
Selain itu, gelaran ini juga mewadahi lebih dari 340 business and talent matching. Capaian tersebut menunjukkan kuatnya kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong inovasi, pengembangan talenta, dan penguatan ekosistem ekonomi dan keuangan digital Indonesia.
 
FEKDI x IFSE 2026 juga kembali menegaskan arah kebijakan strategis serta memperkuat komitmen nasional dalam mendorong konektivitas sistem pembayaran dan ekonomi digital antarnegara sebagai akselerator pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
 
Peluncuran inisiasi konektivitas QRIS Antarnegara (Indonesia-Hong Kong) dan (Indonesia-Timor Leste) sebagai perluasan sinergi internasional menjadi bukti nyata bahwa Indonesia terus mengambil peran strategis dalam membuka jalan perluasan ekosistem digital regional dan global yang terhubung, inklusif, dan berdaya saing.
 
Selain itu, guna menjawab kebutuhan perluasan konektivitas dalam menjembatani kebutuhan transaksi wisatawan mancanegara (wisman) yang berasal dari negara di luar cakupan QRIS Antarnegara, pada hari ketiga dilakukan penguatan inisiasi Indonesia Travel Pack. Upaya ini diharapkan dapat mempermudah wisman berbelanja di Indonesia dengan menggunakan solusi pembayaran yang aman dan efisien.
 
Penyelenggaraan FEKDI x IFSE 2026 mengantarkan berbagai diskusi yang memperkuat pemahaman bahwa akselerasi digitalisasi harus didukung oleh kebijakan yang terintegrasi, infrastruktur yang andal, tata kelola yang baik, serta kolaborasi lintas sektor yang semakin erat.
 
Pada hari pertama, pelaksanaan dialog strategis dan Rapat Koordinasi – Tim Pengendalian Inflasi Pusat dan Daerah (TPIP/TPID) serta Tim Percepatan dan Perluasan Digitalisasi Daerah (TP2DD) menjadi langkah nyata sinergi antara Bank Indonesia dengan Kementerian/Lembaga dan Pemerintah Daerah untuk menjaga stabilitas harga dan mendorong percepatan digitalisasi daerah sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.
 
Pada hari kedua, FEKDI x IFSE 2026 berfokus pada selebrasi talenta digital dan inovasi terbaik sebagai fondasi masa depan ekonomi digital nasional. Selama tiga hari, FEKDI x IFSE 2026 menampilkan Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) Digital Talent Expo, Business and Talent Matching, PIDI Hall of Fame, dan selebrasi talenta digital terbaik, sebagai wujud sinergi triple helix antara pemerintah, industri, dan akademisi, serta menunjukkan bahwa Indonesia memiliki banyak talenta unggul yang siap menjadi penggerak transformasi digital bangsa.
 
Upaya ini merupakan wujud solusi yang ditawarkan Bank Indonesia untuk menjawab tantangan kesiapan sumber daya manusia yang mampu merancang, membangun, dan menjaga ekosistem tersebut secara mandiri.
   

QRIS Jelajah Kuliner 2026

Pada momen penutupan FEKDI x IFSE 2026, Bank Indonesia memberikan penghargaan kepada para pemenang QRIS Jelajah Kuliner Indonesia (QJI) 2026. Penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi generasi muda dalam memperluas literasi dan akseptasi pembayaran digital, memperkuat ekosistem pembayaran digital, sekaligus mempromosikan kekayaan kuliner nusantara melalui konten digital kreatif.
 
“Melalui QRIS Jelajah Kuliner Indonesia, kami berharap generasi muda dapat terus berperan dalam memperluas akseptasi pembayaran digital sekaligus memperkenalkan kekayaan kuliner nusantara kepada masyarakat secara lebih luas. Semangat perluasan akseptasi QRIS ini juga sejalan dengan upaya Bank Indonesia dalam memperkuat konektivitas pembayaran lintas batas melalui perluasan kerja sama QRIS Antarnegara," pesan Filianingsih.
 
Bank Indonesia juga memberikan penghargaan QRIS STAR kepada merchant kuliner pilihan yang berpartisipasi dalam QJI 2026. Penilaian dilakukan dengan mempertimbangkan rating dan jumlah ulasan Google Review, serta volume transaksi menggunakan QRIS yang selanjutnya menghasilkan merchant QRIS Star terbaik dari setiap Kantor Perwakilan Dalam Negeri Bank Indonesia (Silver Merchant) dan di tingkat wilayah (Gold Merchant).
 
Sejalan dengan semangat FEKDI x IFSE 2026 “Mempererat Sinergi, Memacu Inovasi, Mencetak Talenta Unggul Berdaya Saing Global untuk Kemajuan Ekonomi Keuangan Digital Nasional", Filianingsih kembali mengapresiasi dukungan dan komitmen seluruh pihak terhadap digitalisasi ekonomi dan keuangan Indonesia.
 
“Kegiatan ini bukan hanya ajang kolaborasi antara Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, dan Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, tetapi juga menjadi gerakan bersama untuk memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital Indonesia melalui inovasi, pengembangan talenta, dan konektivitas. Mari bersama-sama jaga semangat yang telah terbangun selama FEKDI x IFSE 2026 agar tidak berhenti sebagai gagasan dan diskusi, tetapi terus berlanjut menjadi aksi nyata dalam memperkuat ekosistem ekonomi dan keuangan digital Indonesia yang inklusif yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Filianingsih.

Peran Bank Indonesia Memperkuat Ekosistem Ekonomi dan Keuangan digital

Gubernur Bank Indonesia, Destry Damayanti menegaskan bahwa Bank Indonesia memberikan dukungan penuh di kegiatan FEKDI x IFSE 2026 serta menegaskan tentang pentingnya gelaran ini.
 
“Agenda ini sangat spesial, karena ini adalah masa depan dunia dan masa depan Indonesia ke depan dimana ekonomi keuangan digital dan seluruh hal yang terkait dengan teknologi digitalisasi ini akan menjadi bagian dari perjalanan dan pertumbuhan ekonomi kita,” kata Destry di acara pembukaan FEKDI x IFSE 2026, Kamis, 24 September 2026 di JICC, Senayan.
 
“Maka dari itu dibutuhkan sinergi merah putih yang kuat antar Kementerian, Lembaga, dan mitra lainnya dalam rangka untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kita. Dan kita melihat ekonomi keuangan digital menjadi salah satu terobosan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi,” tambahnya.
 
Ke depan, Bank Indonesia juga terus fokus bagaimana agar sistem pembayaran digital akan terus meningkat baik dari sisi pengguna maupun kualitasnya. “Kita saat ini juga sedang memodernisasi untuk sistem pembayaran baik itu yang sifatnya besar ataupun yang sifatnya ritel seperti QRIS atau BI-Fast,” terang Destry.
 
Pada penyelenggaraan tahun ini, Pusat Inovasi Digital Indonesia (PIDI) turut mempertemukan talenta digital, pelaku industri, dan pencari kerja melalui kegiatan business and talent matching.
 
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan kebutuhan industri dengan talenta digital sekaligus memperkenalkan berbagai inovasi dan perkembangan ekosistem ekonomi serta keuangan digital nasional.
 
“Kami di BI juga fokus mengembangkan talenta digital dan terus kita perkuat. Kita punya PIDI dan kemarin kita sudah mengadakan kompetisi dari 2000 lebih proposal yang masuk, 800 kemudian kita bina dan sudah ada pemenangnya,” ucap Destry.
 
FEKDI x IFSE 2026 menghadirkan beragam kegiatan, mulai dari seminar, talkshow, peluncuran inovasi digital, networking session, pameran dan showcase, digital experience, hingga pengumuman pemenang BI-OJK Hackathon 2026 dan QRIS Jelajah Kuliner Indonesia 2026. Pengunjung juga dapat mengikuti berbagai sesi yang membahas perkembangan serta inovasi ekonomi dan keuangan digital, melihat teknologi melalui booth showcase, menikmati area Digital Experience dan games corner, serta memperluas jejaring dengan pelaku industri melalui networking session. 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(ANN)


TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan