Hal itu yang dikenalkan PT Garudafood Putra Putri Jaya Tbk (Garudafood) melalui gerakan edukatif "Bijak Jajan Cinta Bumi 2026".
Setelah sebelumnya menyasar sekolah tingkat SD hingga SMA/SMK di wilayah Surakarta, Jawa Tengah, program tersebut kini diperluas ke Jawa Barat. Pada 2026, Garudafood menargetkan pelaksanaan program di Kabupaten Sumedang, Kota Bandung, dan Kabupaten Bandung.
Gerakan tersebut resmi dimulai di SD Negeri (SDN) Tegalkalong, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Edukasi Jajanan Sehat untuk Anak
Head of Corporate Communication and External Relations Garudafood, Dian Astriana, mengatakan edukasi sejak usia sekolah penting untuk membentuk kebiasaan yang dapat terbawa hingga dewasa."Bijak Jajan Cinta Bumi merupakan investasi jangka panjang bagi kesehatan diri generasi muda dan kelestarian lingkungan. Kami percaya, kebiasaan baik yang ditanamkan sejak dini di bangku sekolah akan tumbuh menjadi budaya yang mengakar kuat di masa depan," ujar Dian dalam keterangan tertulis, Sabtu, 26 September 2026.
Gerakan Bijak Jajan Cinta Bumi 2026 memiliki tiga fokus utama. Pertama, mengajarkan pentingnya memilih jajanan yang aman dan bergizi.
Kedua, mengenalkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Ketiga, mendorong kepedulian terhadap lingkungan melalui pengelolaan sampah kemasan secara bertanggung jawab.
Materi tersebut tidak hanya diberikan dalam bentuk penyuluhan. Edukasi dilakukan melalui permainan, diskusi, dan simulasi agar lebih mudah dipahami serta dapat langsung dipraktikkan siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Target 23 Ribu Penerima Manfaat
Program Bijak Jajan Cinta Bumi sebelumnya telah dilaksanakan di sekolah-sekolah wilayah Surakarta dan mencatat lebih dari 20.000 penerima manfaat.Pada 2026, Garudafood menargetkan program tersebut menjangkau 30 sekolah dengan total 23.000 penerima manfaat di wilayah Bandung dan Sumedang. Sasaran program mencakup siswa tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK.
Ada Dropbox Sampah dari Material Daur Ulang
Edukasi soal lingkungan dalam program ini juga diwujudkan melalui penyediaan Dropbox Sampah Kemasan (DSK) di sekolah.Fasilitas tersebut digunakan untuk menampung sampah jenis kertas dan plastik. Garudafood juga menggandeng mitra pengelola limbah untuk memastikan sampah yang terkumpul dapat diangkut dan diolah secara bertanggung jawab hingga tahap akhir.
Yang menarik, DSK yang ditempatkan di sekolah dibuat menggunakan material Multilayer Plastic (MLP) hasil daur ulang .
Setiap satu unit DSK membutuhkan sekitar 42 kilogram sampah MLP. Jika 30 unit DSK disalurkan ke sekolah-sekolah dalam program tersebut, material yang digunakan mencapai lebih dari 1,2 ton sampah MLP.
Dengan konsep tersebut, DSK tidak hanya menjadi tempat mengumpulkan sampah. Fasilitas ini juga diperkenalkan sebagai contoh penerapan ekonomi sirkular di lingkungan pendidikan, dengan memanfaatkan kembali material pascakonsumsi menjadi produk yang dapat digunakan.