Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Foto : MI.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Foto : MI.

Legislator Ingatkan Erick Thohir, Holding Baterai Kendaraan Listrik Jangan Jadi Alat Politik

Ekonomi Holding BUMN Baterai Litium Erick Thohir Holding Baterai Indonesia Kendaraan Listrik
Suci Sedya Utami • 01 Februari 2021 19:23
Jakarta: Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Ramson Siagian mendorong agar rencana pengembangan industri baterai untuk kendaraan listrik (electric vehicle/EV battery) dapat terealisasikan.
 
Ramson pun mengingatkan pada Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir agar rencana ini tidak hanya dijadikan sebagai alat politik menuju pemilihan presiden di 2024. Hal tersebut disampaikan Ramson dalam rapat dengar pendapat dengan Ketua Tim Percepatan Proyek Baterai Kendaraan Listrik Agus Tjahajana Wirakusumah.
 
Pasalnya BUM memiliki target ambisius untuk menjadi ekosistem industri baterai kendaraan listrik bukan hanya di Tanah Air, namun juga menjadi pemain global. Ramson mengatakan ambisi tersebut harus direalisasikan secara konkrit.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tolong disampaikan ke Menteri BUMN jika ini jangan hanya jadi konsumsi retorika politik (menuju) 2024), tapi ini (kendaraan listrik) betul-betul untuk generasi mendatang," kata Ramson di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, 1 Februari 2021.
 
Politikus Partai Gerindra ini meyakini dengan adanya kendaraan listrik berbasis baterai akan mampu mengurangi emisi gas rumah kaca.
 
"Makanya ini kita dorong. Jadi tolong sampaikan ke Menteri BUMN, di sini ditunjukkan dulu kepiawaian beliau untuk bisa gerakan semua," tutur Ramson.
 
BUMN memiliki tiga ambisi untuk menjadi ekosistem industri baterai kendaraan listrik. Pertama menjadi pemain global material hulu baterai. BUMN berkeinginan menjadi produsen nikel sulfat global dengan produksi tahunan 50-100 ribu ton untuk melayani permintaan domestik dan juga ekspor.  
 
Kedua menjadi pemain global material antara katoda baterai yakni dengan target produksi prekursor dan katoda sebesar 120-240 ribu ton  per tahun yang akan digunakan utamanya untuk industri nasional dan ekspor.
 
Ketiga menjadi pemain hilir regional dan domestik di baterai dan EV battery sehingga bisa menjadi pusat manufaktur kendaraan listrik di ASEAN.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif