Ilustrasi UMKM. Foto: MI/Andri Widianto
Ilustrasi UMKM. Foto: MI/Andri Widianto

Selama Pandemi, Buruh Informal dan Pelaku UMKM Meningkat

Ekonomi buruh UMKM Stimulus Ekonomi Imbas Korona pandemi covid-19
Husen Miftahudin • 28 April 2021 17:34
Jakarta: Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan, per Agustus 2020, jumlah karyawan  yang bekerja formal mengalami penurunan. Meski demikian, terjadi penciptaan kesempatan kerja baru dari buruh informal dan UMKM.
 
Dia merinci, karyawan tetap yang bekerja di sektor formal justru mengalami penurunan sebanyak 5,2 juta orang. Namun, buruh informal naik sebanyak 4,55 juta pekerja dan terdapat tambahan 760 ribu orang menjalankan usaha.
 
Oleh karena itu, program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) menjadi dukungan dari pemerintah untuk pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) sebagai bantalan bagi dunia usaha, terutama pekerja informal dan UMKM untuk bertahan dalam menghadapi dampak pandemi covid-19.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau kita lihat efektivitas program PEN ini, kalau kita melihat 2020 yang lalu pada akhirnya kita lihat bahwa program PEN ini menjadi bantalan untuk mendukung dunia usaha supaya survive dan mulai mengalami pemulihan, terutama yang bergerak di sektor informal," ujar Susiwijono dalam webinar 'Pemulihan Ekonomi untuk Sektor UMKM Nasional', Rabu, 28 April 2021.
 
Selain membantu UMKM terdampak pandemi covid-19 agar dapat bertahan, program dukungan UMKM PEN turut mendukung sektor informal sebagai bantalan penurunan pekerja formal terdampak covid-19.
 
"Ini yang harus kita antisipasi bersama-sama sehingga kita berharap program PEN ini terutama untuk mendukung sektor informal bisa menjadi bantalan bagi pemulihan ekonomi di sektor sektor UMKM dan informal," harapnya.
 
Susiwijono lantas merinci subsidi dan dukungan UMKM PEN, seperti subsidi bunga UMKM yang sudah sebanyak 19,1 juta debitur, penempatan dana 4,7 debitur, pembiayaan investasi Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) 63 mitra koperasi dan 101 ribu UMKM.
 
Kemudian Pajak Penghasilan (PPh) Final kepada 245,65 ribu wajib pajak UMKM, penjaminan kredit UMKM kepada 890,2 ribu debitur, Bantuan Presiden Usaha Mikro (BPUM) kepada 12 juta usaha, serta diskon listrik atau pembebasan biaya bagi 32,1 juta pelanggan rumah tangga dan UMKM.
 
Di sisi lain, Susiwijono mengatakan bahwa keberadaan pandemi telah mengakselerasi pelaku usaha dan masyarakat untuk mulai mengadopsi teknologi digital. Sebanyak 37 persen konsumen baru menggunakan digital pascapandemi covid-19, kemudian dari konsumen yang menggunakan digital ini 93 persen di antaranya akan tetap memanfaatkan teknologi digital ini pascacovid-19 nanti.
 
"Kemudian 45 persen pelaku usaha aktif melakukan penjualan melalui e-commerce. Serta satu dari lima pelaku usaha yang lebih aktif lagi adalah pengguna baru di dalam e-commerce kita. Data-data ini sangat bagus untuk bagaimana kita melihat digitalisasi menjadi kunci di dalam mendorong UMKM kita untuk mendorong UMKM untuk melakukan pemulihan ekonominya," pungkas Susiwijono.
 
 
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif