Ilustrasi motor listrik - - Foto: Medcom/ Eko Nordiansyah
Ilustrasi motor listrik - - Foto: Medcom/ Eko Nordiansyah

Kebut Pengembangan Motor Listrik, Kemenperin Usung Konsep Circular Economy

Ekonomi motor listrik Kementerian Perindustrian Baterai Litium
Antara • 07 November 2020 15:00
Jakarta: Kementerian Perindustrian (Kemenperin) tengah mengebut pengembangan industri sepeda motor listrik di Tanah Air dengan mengusung konsep circular economy. Hal tersebut sebagai upaya untuk menekan efek negatif dari kendaraan listrik, yakni menumpuknya sampah baterai litium karena masa pakai dan siklus pengisiannya yang terbatas.
 
Dengan konsep tersebut, baterai yang sudah habis masa pakai akan diolah kembali. "Terlebih lagi Indonesia tidak memiliki sumber alam mineral litium, sehingga konsep circular economy akan menjadi lebih tepat," kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Industri (BPPI) Kemenperin Doddy Rahadi dikutip dari Antara, Sabtu, 7 November 2020.
 
Doddy menjelaskan pemerintah telah menetapkan kebijakan dan strategi percepatan pengembangan industri kendaraan bermotor listrik berbasis baterai dalam negeri melalui tiga tahapan.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Data Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan tingkat penjualan sepeda motor per tahun naik tajam sejak 2003 dan mencapai penjualan lebih dari enam juta unit pada 2019.
 
Hingga semester I-2020 tercatat ada 10 produsen sepeda motor listrik yang beroperasi. Diperkirakan kapasitas produksi hingga 850 ribu unit per tahun dan menyerap tenaga kerja sekitar 1.500 orang.
 
"Kami melakukan pengembangan pasar kendaraan bermotor listrik nasional dalam jangka pendek, menengah dan panjang, serta pengembangan industri dalam jangka menengah panjang, dan pengembangan teknologi," paparnya.
 
Sementara itu, Kepala Baristand Surabaya Aan Eddy Antana menambahkan daya untuk pengisian baterai sepeda motor listrik rencananya didapat dari panel surya yang digabungkan dengan sumber tegangan dari grid PT PLN (Persero).
 
"Nantinya, stasiun pengisian baterai sepeda motor listrik dilengkapi dengan web box untuk keperluan komunikasi data agar pemilik stasiun dapat memonitor secara real time dan panel interface untuk keperluan billing (struk penagihan) pelanggan,” ujarnya.
 
Penggunaan sepeda motor listrik diharapkan memberikan beberapa nilai positif, misalnya dari sudut pandang energi, penggunaan kendaraan listrik lebih ramah lingkungan dan efisien serta menawarkan alternatif bahan bakar untuk memperkuat ketahanan energi.
 
"Dari sudut pandang transportasi, kendaraan listrik memungkinkan sistem transportasi cerdas yang akan meningkatkan utilitas dan keamanan jalan," papar dia.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif