Ilustrasi aktivitas eksplorasi dan produksi migas - - Foto: dok Pertamina
Ilustrasi aktivitas eksplorasi dan produksi migas - - Foto: dok Pertamina

Hingga Semester I, Produksi Migas Pertamina Hulu Capai 850 Ribu BOEPD

Suci Sedya Utami • 30 Juli 2021 17:25
Jakarta: Realisasi produksi minyak dan gas bumi (migas) Subholding Upstream PT Pertamina (Persero), PT Pertamina Hulu Energi (PHE)  sepanjang semester I-2021 tercatat sebesar 850 ribu barel setara minyak per hari (mboepd).
 
Direktur Pengembangan dan Produksi  PHE Taufik Adityawarman merinci produksi minyak sebesar 390 ribu barel per hari (bph) dan gas 2.655 juta standar kaki kubik per hari (mmscfd).
 
Ia bilang capaian tersebut disumbang dari regional I Sumatra yang memproduksi gas 768 mmscfd dan minyak 49 ribu bph; regional II Jawa memproduksi gas 445 mmscfd dan minyak 66 ribu bph; regional III Kalimantan memproduksi gas 691 mmscfd dan minyak 64 ribu bph; regional IV memproduksi gas 490 mmscfd dan minyak 114 ribu bph.
 
Selain itu, dari aset internasional sumbangan produksi gas 311 mmscfd dan minyak 97 ribu bph. "Jadi total produksi secara konsolidasi minyak 390 ribu bph dan gas 2.665 mmscfd," kata Taufik dalam media gathering, Jumat, 30 Juli 2021.
 
PHE juga telah melakukan eksplorasi di enam sumur dan masih ada tiga sumur yang ongoing, kemudian eksploitasi di 101 sumur dan 20 sumur yang masih on going, workover di 241 sumur, well intervention di 5.085 sumur. kegiatan seismik 2D sepanjang 1.186 kilometer (KM) dan seismik 3D sepanjang 201 KM2.
 
Taufik mengatakan di masa pandemi yang berlangsung sejak 2020, kegiatan operasional dan produksi PHE tentunya ikut terdampak. Terutama di masa PPKM ia mengakui ada beberapa kegiatan yang mengalami kendala.
 
"Termasuk di internasional, di Malaysia ada FSO yang harus shutdown karena ada yang terpapar. Di lapangan dalam negeri juga ada yang harus shutdown beberapa minggu karena 50 persen terpapar," tutur dia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Namun demikian, lanjut Taufik, pihaknya percaya produksi hingga akhir tahun bisa tercapai. Oleh karenanya subholding hulu juga melakukan recovery plan pada aset-aset yang memiliki tingkat produksi yang baik agar bisa dipacu lebih tinggi.
 
"Sedangkan yang kita masih punya kendala kita juga punya strategic partnership dengan pihak yang memiliki teknologi untuk menaikkan lifting minyaknya," jelas Taufik.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif