NEWSTICKER
Direktur Utama Perum Bulog (Persero) Budi Waseso. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.
Direktur Utama Perum Bulog (Persero) Budi Waseso. Foto: Medcom.id/Annisa Ayu.

Dirut Bulog Pantau Harga Beras dan Gula di Pasar Tradisional

Ekonomi gula stok beras bulog
Ilham wibowo • 18 Maret 2020 09:49
Jakarta: Direktur Utama Perum Bulog (Persero) Budi Waseso memastikan langsung harga beras dan gula tetap stabil untuk pasar tradisional di wilayah DKI Jakarta. Operasi pasar bakal dilakukan secara serentak mulai hari ini, Rabu, 18 Maret 2020.
 
"Sebagai tindak lanjut dan arahan Pak Presiden tentang pelaksanaan dan pemantauan ketersediaan komoditas pangan di masyarakat, Bulog menggelar operasi pasar agar masyarakat betul-betul melihat sendiri dan menjadi tenang," kata Buwas melalui keterangan tertulis perusahaan usai memantau langsung kegiatan transaksi di Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur, Rabu, 18 Maret 2020.
 
Bulog berupaya mencegah dan menangani terjadinya gejolak harga pangan khususnya terkait kekhawatiran di masyarakat akibat pandemi virus korona covid-19.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Menurut Buwas, kegiatan operasi pasar ini dilakukan secara serentak di lima pasar utama di Jakarta yaitu Pasar Kramat Jati, Pasar Cempaka Putih, Pasar Mampang, Pasar Koja, dan Pasar Tomang Barat.
 
Dalam operasi pasar ini Bulog menyiapkan kebutuhan pokok berupa beras, gula, minyak goreng dan tepung terigu dengan harga yang sangat terjangkau oleh masyarakat dan dengan kualitas produk yang bagus.
 
Budi Waseso juga mengatakan bahwa pihaknya sudah mengeluarkan instruksi ke seluruh jajaran untuk menyiapkan stok beras, gula dan kebutuhan pangan lainnya yang menjadi tanggung jawab Bulog untuk bisa selalu tersedia di masyarakat.
 
"Tidak ada masalah, Bulog menjamin kebutuhan beras, gula dan pangan lainnya tersedia di masyarakat walau ada lonjakan permintaan yang tiba-tiba. Bulog akan menggunakan seluruh instrumen yang ada untuk menjamin ketersedian pangan tersebut," kata Buwas menanggapi kebutuhan pangan saat ini.
 
Dengan stok beras yang cukup besar sebanyak 1,5 juta ton, Bulog memastikan mampu mengatasi kebutuhan lonjakan harga yang tak terduga akibat pandemi virus korona maupun menghadapi Ramadan dan Idulfitri. Masyarakat tidak perlu khawatir terkait akan kebutuhan pangan sampai dengan mulainya musim panen raya nanti.
 
Selain itu, Buwas juga menegaskan bahwa pihaknya bersama Satgas Pangan juga memantau jika ada pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab yang melakukan penimbunan terhadap beberapa komoditas pangan.

 

(AHL)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif