Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Istimewa.
Menko Perekonomian Airlangga Hartarto. Istimewa.

Menko Perekonomian Airlangga Dorong Percepatan Pembangunan Ekonomi Kawasan di Jawa Barat

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi menko perekonomian Airlangga Hartarto Pemulihan Ekonomi Nasional Jawa Barat
Juven Martua Sitompul • 11 Mei 2022 22:22
Jakarta: Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian) yang juga Ketua Komite Percepatan Penyediaan Infrastruktur Prioritas (KPPIP) Airlangga Hartarto memimpin rapat koordinasi bersama para menteri dan pimpinan lembaga, dengan Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil (Kang Emil). Rapat ini digelar guna mendorong percepatan dalam pembangunan ekonomi kawasan di Jawa Barat.
 
"Sesuai arahan Bapak Presiden, proyek-proyek dalam Perpres tersebut harus dapat diselesaikan konstruksinya paling lambat pada 2024 atau telah memenuhi financial closing untuk proyek dengan skema KPBU. Selain itu, perlu ada kepastian bahwa ketersediaan lahan dan proses perizinan akan dapat diselesaikan sebelum 2024," kata Airlangga di Jakarta, Rabu, 11 Mei 2022.
 
Dalam rapat tersebut, Airlangga menyampaikan hasil evaluasi terhadap 170 proyek atau program yang masuk Perpres Nomor 87 Tahun 2021 dengan nilai investasi sebesar Rp370,93 triliun. Rapat ini juga ditujukan untuk mendorong penyelesaian proyek-proyek yang dianggap prioritas dan memiliki dampak signifikan terhadap Pemulihan Ekonomi Nasional.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk mendukung hal tersebut, Airlangga juga menyampaikan beberapa arahan strategis terhadap proyek-proyek prioritas yang diharapkan dapat memberikan dampak signifikan terhadap perekonomian Indonesia. Proyek-proyek itu antara lain pembangunan Jalan Tol Cipali-Patimban untuk memudahkan akses logistik Pelabuhan Patimban dan mendukung Kawasan Rebana sebagai salah satu pengungkit perekonomian masyarakat Jawa Barat bagian utara.
 
Selain itu, pembangunan Jalan Tol Gedebage–Tasikmalaya–Cilacap sebagai salah satu jalan tol terpanjang di Indonesia yang diharapkan meningkatkan aksesibilitas dan mengurai kemacetan jalur selatan Jawa. Termasuk upaya percepatan pertumbuhan ekonomi, khususnya di Jawa Barat Bagian Selatan.
 
Pembangunan diarahkan untuk mempercepat penyelesaian konstruksi terutama pada ruas Jalan Tol Gedebage-Tasikmalaya pada 2024. Untuk mendukung hal tersebut, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) ditugaskan melakukan optimalisasi atau penambahan alokasi anggaran untuk pengadaan tanah.
 
Selain itu, ada juga pengembangan pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) Legok Nangka sebagai salah satu upaya percepatan mencapai net zero emission. Kemenkeu ditugaskan untuk segera memutuskan besaran fasilitas VGF dan Gubernur Jawa Barat diarahkan mempercepat proses transaksi sehingga proyek tersebut dapat selesai pada 2024.
 
Baca: Ramadan dan Idulfitri Gerakkan Ekonomi Daerah
 
Selanjutnya, pembangunan Jalan Tol Cibitung-Cilincing untuk memudahkan akses logistik dari dan menuju Pelabuhan Tanjung Priok. Ini diharapkan menurunkan biaya logistik nasional.
 
Pada kesempatan itu, Airlangga juga mengingatkan pentingnya komitmen Gubernur Jawa Barat dalam memenuhi readiness criteria dan kesiapan proyek untuk dapat didukung kementerian/lembaga terkait. Dia menyebut pentingnya komitmen Pemprov Jawa Barat dalam memenuhi penyediaan dukungan APBD yang dibutuhkan dan kesiapan proyek (termasuk lahan dan perizinan) dapat didukung kementerian/lembaga terkait.
 
Sementara itu, Kang Emil berharap proyek-proyek mitigasi bencana terutama di lokasi pariwisata seperti pembangunan Breakwater Pangandaran menjadi contoh upaya peningkatan resiliensi kawasan pariwisata di selatan Jawa.
 
Kang Emil menyambut baik percepatan pelaksanaan Perpres Nomor 87 Tahun 2021. Dia ingin proyek ini mendongkrak perekonomian dan memberikan tambahan pertumbuhan ekonomi Jawa Barat sebesar 2–4 persen.
 
(JMS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif