Ilustrasi. FOTO: dok Ditjenbun Kementan
Ilustrasi. FOTO: dok Ditjenbun Kementan

Gapki Minta Ekspor CPO Dibuka Kembali Demi Serap Tenaga Kerja

Ekonomi Tenaga Kerja minyak sawit Kelapa Sawit CPO Gapki Ekspor CPO CPO Sawit
Antara • 11 Mei 2022 13:31
Pontianak: Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Cabang Kalbar berharap kran ekspor minyak kelapa sawit atau CPO dibuka kembali. Hal itu dinilai penting agar melalui aktivitas itu berdampak pada penerimaan devisa negara dan penyerapan lapangan kerja.
 
"Bagi banyak hal larangan ekspor tentu berdampak di mana dari pajak ekspor saja bisa membuat penerimaan devisa negara dari sawit tidak ada. Kemudian dari sisi penyerapan lapangan kerja tentu berkurang," ujar Ketua Gapki Cabang Kalbar Purwati Munawir, di Pontianak, dilansir dari Antara, Rabu, 11 Mei 2022.
 
Ia menjelaskan, sebagian besar pelaku usaha sawit di Kalbar merupakan produsen CPO. Jika larangan ekspor berlanjut lebih lama maka kapasitas tangki penyimpanan pabrik terbatas dan akan penuh. Dengan hal itu aktivitas bisa saja berkurang dan berdampak pada tenaga kerja dan lainnya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Belum lagi penyerapan buah sawit masyarakat terutama kebun swadaya. Kapasitas tangki pabrik terpenuhi maka perusahaan bisa saja fokus ke kebun sendiri atau plasma," jelas dia.
 
Ia menyebutkan bahwa saat ini luas kebun sawit di Kalbar sudah mencapai 1,9 juta hektare dengan produksi mencapai 4,96 juta ton per tahun. "Untuk kepemilikan kebun sawit perusahaan mencapai 1,17 juta hektare atau 61,39 persen dan sisanya swadaya dengan luas 700 ribu hektare atau 37,09 persen," tuturnya.

 
Secara umum pihaknya memahami dan menghormati kebijakan pemerintah yang ada. Adapun Gapki Kalbar secara intens berkomunikasi dengan asosiasi pelaku usaha sawit sektor hilir agar kebijakan tersebut dapat dilaksanakan secara maksimal.
 
"Kami juga koordinasi dengan asosiasi petani sawit dalam mengkomunikasikan setiap perkembangan di lapangan serta mengantisipasi dampak yang mungkin timbul dan menunggu kebijakan lanjutan dari pemerintah yang dapat mengatasi masalah kelangkaan minyak goreng, dan kran ekspor sawit dibuka secara normal guna kepentingan perolehan devisa negara," pungkasnya.
 
(ABD)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif