Ekspor perikanan. Foto : MI.
Ekspor perikanan. Foto : MI.

Sulsel Ekspor Langsung 11 Ton Produk Perikanan ke Hong Kong

Ekonomi Perikanan Ekspor Garuda Indonesia Ekonomi Indonesia indonesia-hong kong
Antara • 31 Oktober 2021 09:42
Makassar: Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman secara simbolis melepas langsung produk ekspor dari sektor perikanan sebanyak 11 ton tujuan Hong Kong via udara di Bandara Sultan Hasanuddin, Makassar, Sabtu, 30 Oktober 2021.
 
Andi Sudirman Sulaiman mengapresiasi Pemerintah Pusat yang merespon permintaan Pemprov Sulsel agar mendapatkan izin untuk dapat melakukan ekspor langsung ke Hong Kong. Demikian juga apresiasi kepada Garuda Indonesia, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Angkasa Pura, serta berbagai pihak pendukung ekspor berserta pelaku ekspor.
 
"Kami sangat bersyukur dan berterima kasih kepada Bapak Presiden Jokowi yang telah merespon cepat permintaan kita dari Provinsi atas surat permohonan yang dikirimkan beberapa bulan lalu," katanya dikutip dari Antara, Minggu, 31 Oktober 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Pelepasan ekspor hari ini berupa ikan segar dan ikan hidup dengan volume 11 ton dengan nilai USD176 ribu atau setara dengan nilai Rp2,5 miliar, merupakan pengiriman langsung ke-3 tujuan Hong Kong. Pengiriman juga sudah dilakukan pada 16 dan 23 Oktober lalu masing-masing 7,91 ton dan 7 ton.
 
Tujuan pengiriman ini untuk meningkatkan daya saing ekspor produk perikanan Sulsel ke negara tujuan dan mendukung kebijakan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di sektor kelautan dan perikanan. Serta menumbuhkembangkan ekonomi perikanan di Sulsel.
 
"Alhamdulillah ini menggeliatkan ekspor, dengan adanya peningkatan ekspor pastinya juga akan meningkatkan pertumbuhan perekonomian lebih cepat," sebut Andi Sudirman.
 
Selain ke Hong Kong, produk perikanan ini juga akan dikirim ke beberapa negara. Masih ada tiga negara lain diajukan izinnya, yakni di kawasan Timur Tengah dan Singapura. Untuk Singapura pengiriman perdana akan dilakukan 8 November 2021.
 
Selain komoditi perikanan, produk pertanian juga diharapkan dapat diekspor, seperti beras, yang mana Pemerintah Pusat juga telah memberi sinyal dapat diekspor ke berbagai negara.
 
"Beras termasuk, karena Bapak Presiden juga sudah memberikan sinyal, jika mau diekspor tidak ada masalah. Karena sekarangkan kita suplai 27 provinsi lain. Kita ada over stok sehingga bisa dibawa keluar, tinggal bagaimana pelaku menjaga kualitas," ujarnya.
 
Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Sulsel Ashari Fakhsirie Radjamilo menyebutkan ekspor perikanan tujuan Hong Kong melalui Bandara Sultan Hasanuddin selama ini selalu transit di Jakarta pada periode Januari-September 2021. Sehingga ekspor langsung ini sangat disyukuri.
 
Ekspor produk perikanan itu didomidiasi ikan hidup seperti ikan kerapu, udang mantis dan kepiting bakau. Termasuk ikan segar seperti kerapu, tenggiri, layur, teripang dan perut ikan. Volumenya sebesar 529 ton dengan nilai Rp20,3 miliar.
 
"Dengan adanya fasilitas ekspor direct flight Makassar tujuan Hong Kong ini, ke depan tidak ada lagi ekspor tujuan Hong Kong yang dilakukan indirect (tidak langsung) melalui wilayah lain. Sehingga penerbangan selanjutnya sudah dapat meningkatkan volume kargo baik sektor industri, perikanan, pertanian dan UMKM," jelasnya.
 
Ekspor dilakukan dengan penerbangan ke Hong Kong dengan jadwal satu minggu setiap kali setiap hari Sabtu, menggunakan Air Bus 330 Seri 300 melakukan pengangkutan 30-40 ton.

 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif