Ilustrasi trafik penumpang bandara - - Foto: dok Shutterstock
Ilustrasi trafik penumpang bandara - - Foto: dok Shutterstock

Sepanjang 2020, Trafik Penumpang di Bandara AP II Lampaui Target

Ekonomi bandara penerbangan angkasa pura ii
Suci Sedya Utami • 06 Januari 2021 10:02
Jakarta: PT Angkasa Pura II ( Persero) mencatat pergerakan trafik penumpang dan pesawat yang melampaui target meski industri penerbangan diguncang oleh dampak pandemi covid-19.
 
Direktur Utama AP II Muhammad Awaluddin mengatakan sepanjang 2020, trafik pergerakan penumpang di seluruh bandara yang dikelola mencapai 35,54 juta orang. Angka tersebut melebihi target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP) perubahan yang sebesar 34,6 juta penumpang.
 
Sementara itu, pergerakan pesawat mencapai 412.186 pergerakan pesawat (take off dan landing). Sepanjang 2020, bandara AP II yang paling sibuk adalah Bandara Soekarno-Hatta dengan jumlah pergerakan pesawat 212.755 penerbangan dan jumlah pergerakan penumpang mencapai 20,54 juta penumpang.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Tantangan cukup berat dan berdampak ke pasar penerbangan nasional apalagi internasional. Namun, kami bersyukur bahwa di tengah tantangan ini seluruh bandara AP II dapat tetap optimal menjaga konektivitas udara Indonesia serta mendukung aktivitas masyarakat," ujar Awaluddin dalam keterangan resmi, Rabu, 6 Januari 2021.
 
Khusus untuk kargo, sepanjang tahun lalu mampu membukukan volume hingga 693,61 juta kilogram. Awaluddin mengatakan bisnis angkutan kargo relatif stabil jika dibandingkan dengan pasar angkutan penumpang pesawat.
 
Perjalanan di masa pandemi

 
Pada Januari-Februari 2020, jumlah penumpang di 19 bandara perseroan masih tergolong tinggi yakni sekitar tujuh juta hingga juta orang per bulan. Awaludin mengungkapkan memasuki Maret ketika covid-19 sudah dinyatakan pandemi, jumlah penumpang menyusut. Tercatat sekitar lima juta orang Kondisi makin parah pada April jumlah penumpang sekitar 800 ribu orang, kemudian Mei sekitar 118 ribu orang.
 
Lalu lintas penerbangan mulai rebound pada Juni dengan jumlah penumpang sekitar 600 ribu orang, kemudian berlanjut ke Juli sekitar 1,58 juta orang, lalu Agustus sekitar 2,15 juta orang dan September sekitar 1,83 juta orang. Pada Oktober jumlah penumpang kembali meningkat menjadi sekitar 2,18 juta orang, lalu November sekitar 2,91 juta orang dan Desember sekitar 3,45 juta orang.
 
Di dalam menghadapi tantangan 2020, AP II menjalankan strategi business survival dengan tiga program utama yakni penghematan biaya (cost leadership), penyesuaian terhadap belanja modal (capex disbursement), dan memperketat manajemen arus kas (cash flow management).
 
AP II juga memiliki program terkait aspek pemastian protokol kesehatan yakni Biosecurity dan Biosafety Management guna mewujudkan penerbangan sehat. Melalui berbagai program tersebut, AP II mengklaim sukses menjalani 2020 dengan tetap menjaga operasional 19 bandara sehingga menjamin konektivitas udara di Indonesia untuk mengakomodir berbagai penerbangan termasuk repatriasi bagi kepulangan WNI.
 
"Tidak lupa, seluruh bandara juga menerapkan protokol kesehatan guna mencegah covid-19 dan menambah keyakinan terhadap transportasi udara," pungkas dia.

 
(Des)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif