FeskaBI 2020 digelar secara virtual pada 25-27 November, dengan tema Yuk, Manfaatkan Transaksi Digital untuk Kemajuan Ekonomi Nasional (Foto:Medcom.id/Gervin N Purba)
FeskaBI 2020 digelar secara virtual pada 25-27 November, dengan tema Yuk, Manfaatkan Transaksi Digital untuk Kemajuan Ekonomi Nasional (Foto:Medcom.id/Gervin N Purba)

Tingkatkan Literasi Digital, FeskaBI 2020 Kembali Digelar di Tengah Pandemi

Ekonomi Bank Indonesia FesKaBI
Gervin Nathaniel Purba • 25 November 2020 19:02
Jakarta: Pandemi covid-19 tidak menyurutkan langkah Bank Indonesia (BI) untuk memperkuat literasi digital melalui Festival Edukasi Bank Indonesia (FesKaBI). Pada 2020, FeskaBI tetap digelar, namun secara virtual. Sebelumnya, BI mengunjungi berbagai kampus di Indonesia.
 
FeskaBI 2020 digelar pada 25-27 November, dengan mengangkat tema Yuk, Manfaatkan Transaksi Digital untuk Kemajuan Ekonomi Nasional. Tema ini berkaitan dengan tren transaksi digital yang semakin meningkat akibat pandemi covid-19. Bersentuhan langsung diusahakan seminimal mungkin untuk mencegah penularan covid-19.
 
Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Destry Damayanti mengatakan peningkatan transaksi digital tersebut harus dimanfaatkan sebagai peluang, khususnya untuk memajukan UMKM. Sebab, UMKM menjadi tulang punggung perekonomian bangsa.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sekitar 99 persen dari unit usaha di Indonesia adalah UMKM. Sektor ini bisa menyerap 97 persen dari tenaga kerja di Indonesia. Kontribusi UMKM terhadap PDB mencapai 61 persen," ujar Destry pada pembukaan FeskaBI 2020, melalui webinar, Rabu, 25 November.
 
Dalam mendorong digitalisasi, BI meluncurkan berbagai inovasi kebijakan untuk mendorong penggunaan keuangan digital. Salah satunya dengan meluncurkan Quick Response Code Indonesia Standard (QRIS) pada tahun lalu.
 
QRIS merupakan standardisasi pembayaran QR Code. Pembeli bisa melakukan pembayaran melalui bank atau penyelenggara jasa sistem pembayaran (PJSP) apapun yang sudah terdaftar di QRIS Bank Indonesia.
 
"Saat ini, lebih dari lima juta merchant telah menggunakan QRIS di seluruh Indonesia. Jadi, kalau mau beli makanan di warung atau restoran, bayarnya sekarang menggunakan QRIS. Tidak perlu repot membawa uang banyak di dompet," ujar Destry.
 
Destry pun mengimbau generasi muda untuk mencintai produk-produk dalam negeri. Kualitas produk dalam negeri tidak kalah bagus dengan produk luar negeri.
 
Sehubungan dengan hal itu BI mengundang beberapa pembicara ternama yang telah sukses membesarkan inovasi produknya. Mereka adalah Direktur PT Indofood Sukses Makmur Tbk Axton Salim, CEO & Founder of BLP Beauty Lizzie Parra, CEO & Co-Founder Kopi Kenangan James Prananto, Founder Young on Top Billy Boen, CEO & Founder wecare.id Mesty Ariotedjo, Staff Khusus Presiden Angkie Yudistia, dan Head of Public Policy & Govermment Relations Shopee Radityo Triatmojo.
 
Pada hari ini, tema diskusi yang dipilih yakni Strengthening Local Brand Through Digital Economy, dengan pembicara Axton Salim, Lizzie Parra, dan James Prananto. Turut hadir juga Direktur Departemen Komunikasi BI Junanto Herdiawan.
 
(ROS)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif