Pengelola pusat perbelanjaan di Jakarta mengaku sangat khawatir dengan penanganan wabah covid-19 di DKI Jakarta. Foto: MI/Susanto
Pengelola pusat perbelanjaan di Jakarta mengaku sangat khawatir dengan penanganan wabah covid-19 di DKI Jakarta. Foto: MI/Susanto

Cemas PSBB DKI Berkepanjangan, Pengelola Mal Minta Stimulus

Ekonomi virus corona Pusat Perbelanjaan PSBB Jakarta
Ilham wibowo • 28 September 2020 14:26
Jakarta: Pengelola pusat perbelanjaan di Jakarta mengaku sangat khawatir dengan penanganan wabah covid-19 di DKI Jakarta yang belum menunjukkan penurunan angka jumlah terpapar. Perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) jilid II dipastikan berdampak buruk pada roda perekonomian.
 
"Kami khawatir PSBB pengetatan ini berkepanjangan, sementara tren penularan covid-19 meningkat terus," kata Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI) Alphonsus Widjaja dalam konferensi pers secara virtual, Senin, 28 September 2020.
 
Menurut Alphonsus, resesi ekonomi yang dihadapi Indonesia akan semakin berat untuk dipulihkan saat ruang gerak kegiatan usaha untuk peningkatan konsumsi domestik juga dibatasi. Selain itu, kata dia, beban pengeluaran yang mesti ditanggung seperti ongkos operasional tidak diimbangi dengan stimulus yang memadai.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kalau berlarut-larut terus daya tahan peritel tidak akan mampu lagi, kalau sudah PHK akan berpengaruh pada perusahaan dan collapse secara ekosistem," ujarnya.
 
Saat ini, Pemprov DKI Jakarta telah memperpanjang PSBB jilid II hingga Minggu, 11 Oktober 2020 dengan alasan masih berpotensi terjadinya kenaikan angka kasus positif covid-19 jika pelonggaran diberlakukan. Alphonsus meminta Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memberikan keringanan pajak daerah dan bantuan yang bisa langsung dirasakan pusat perbelanjaan.
 
Implementasi PSBB jilid II, lanjut dia, telah menekan jumlah pengunjung mal yang hanya tersisa 10-20 persen. Larangan pengunjung makan langsung di lokasi restoran juga makin memperberat kondisi keuangan.
 
"Kami minta pemerintah bantu agar kami bisa bertahan dan penularan bisa ditekan. Kami khawatir bisa lebih lama dari dua periode perpanjangan PSBB jilid II. Kalau PSBB pertama kondisi belum dinyatakan resesi, kalau sekarang betapa berat sudah enam bulan defisit terus," ungkapnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif