Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani
Ilustrasi. Foto: MI/Ramdani

Penyerapan Anggaran PEN untuk UMKM Capai Rp37,7 Triliun

Ekonomi pelanggaran imigrasi kementerian perekonomian UMKM Pemulihan Ekonomi Nasional
Husen Miftahudin • 28 April 2021 15:18
Jakarta: Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso melaporkan realisasi program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2021 untuk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) mencapai Rp37,7 triliun. Angka tersebut setara 19,7 persen dari Pagu yang ditetapkan sebesar Rp191,13 triliun.
 
"Program PEN di 2021 ini dialokasikan sebesar Rp699,43 triliun. Dari alokasi ini sebanyak Rp191,13 triliun untuk UMKM dan korporasi. Kalau kita lihat memang realisasinya sampai dengan 16 April 2021 untuk program dukungan UMKM dan korporasi ini baru 19,7 persen atau sekitar Rp37,7 triliun," ucap Susiwijono dalam webinar 'Pemulihan Ekonomi untuk Sektor UMKM Nasional', Rabu, 28 April 2021.
 
Susiwijono kemudian merinci dukungan UMKM dan korporasi pada program PEN 2021 ini yang sudah terealisasi, di antaranya bantuan produktif untuk usaha mikro. Sampai pertengahan April 2021 sudah terealisasi sebanyak Rp7,91 triliun atau setara 61,1 persen dari Pagu Rp12,96 triliun.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Kemudian Imbal Jasa Penjaminan (IJP) UMKM dan korporasi yang sudah terealisasi sebesar Rp350 miliar atau 4,1 persen dari Pagu yang ditetapkan sebanyak Rp8,51 triliun. Pada dukungan ini, rincian IJP UMKM untuk target kredit yang dijamin sebesar Rp340 miliar atau 7,1 persen dari pagu Rp4,76 triliun sedangkan IJP korporasi untuk target kredit yang dijamin sebesar Rp1 miliar atau 0,03 persen dari Rp3,75 triliun.
 
Sementara penempatan dana untuk restrukturisasi kredit perbankan sudah tersalurkan Rp29,45 triliun. Angka ini setara dengan 44 persen dari total Pagu yang ditetapkan sebanyak Rp66,99 triliun.
 
"Ini kita berharap bahwa langkah dan upaya pemerintah melalui program PEN ini bisa betul-betul mendorong UMKM untuk bisa pulih di dalam masa pandemi dan pascapandemi nanti," tuturnya.
 
Adapun dukungan UMKM dan korporasi pada program PEN 2021 yang belum terealisasi, di antaranya adalah subsidi bunga UMKM Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Non-KUR dengan target 17,8 juta UMKM yang diperpanjang 12 bulan sampai akhir tahun ini. Pagu yang ditetapkan sebanyak Rp40,65 triliun.
 
Lalu penjaminan loss limit UMKM dan korporasi dengan pagu sebesar Rp2,0 triliun. Kemudian pembebasan rekening minimum (rekmin), biaya beban, dan abonemen untuk perpanjangan selama enam bulan (Januari-Juni) sebesar Rp1,27 triliun.
 
Terakhir Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk enam Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), dan Sovereign Wealth Fund (SWF)/Lembaga Pengelola Investasi (LPI) sebanyak Rp58,76 triliun.
 
"Soal efektivitas program PEN ini, kalau kita melihat 2020 yang lalu pada akhirnya kita lihat bahwa program PEN ini menjadi bantalan untuk mendukung dunia usaha supaya survive dan mulai mengalami pemulihan, terutama yang bergerak di sektor informal," pungkas Susiwijono.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif