Ilustrasi. Foto: Dok.MI
Ilustrasi. Foto: Dok.MI

Investasi Telkomsel ke Gojek Percepat Digitalisasi Ekonomi Indonesia

Ekonomi telkomsel Telkom gojek
Eko Nordiansyah • 17 November 2020 16:30
Jakarta: PT Telekomunikasi Selular (Telkomsel) akhirnya memutuskan untuk melakukan investasi di PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (Gojek). Direktur Utama Telkomsel Setyanto Hantoro mengungkapkan, nilai investasi Telkomsel di Gojek mencapai USD150 juta atau sekitar Rp2,1 triliun.
 
Analis pasar modal Fendi Susiyanto menilai masuknya Telkomsel akan semakin mendorong percepatan digitalisasi ekonomi di Indonesia. Dengan dukungan infrastruktur dan jaringan Telkomsel yang sudah matang dan menjangkau berbagai daerah, kolaborasi dengan Gojek juga akan berdampak positif dalam meningkatkan aktivitas ekonomi secara lebih efisien.
 
"Telkomsel melakukan strategi tepat saat masuk ke Gojek. Ekosistem bisnis Gojek sudah matang dan memiliki potensi pasar yang sangat besar yang dapat dioptimalkan behavior-nya sebagai sumber pendapatan baru Telkomsel," kata dia kepada wartawan di Jakarta, Selasa, 17 November 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dengan berkembangnya bisnis data dan digital, ekosistem Gojek yang memiliki jutaan pengguna, mitra driver dan pelaku bisnis adalah potensi pasar yang menggiurkan. Pada 2019, pendapatan bisnis digital Telkomsel naik 23,1 persen menjadi Rp 58,24 triliun dibandingkan periode sama tahun lalu.
 
Di tengah pandemi covid-19, pendapatan bisnis digital Telkomsel tetap tumbuh 10,6 persen menjadi Rp47,66 triliun di kuartal III-2020. Pendapatan digital ini berkontribusi sebanyak 73,2 persen dari total pendapatan Telkomsel. Tak hanya itu, saat Telkomsel ini memiliki lebih dari 170 juta pelanggan, dengan pelanggan mobile data sebanyak 117,3 juta.
 
"Dengan kinerja ekosistem Gojek yang juga tumbuh positif selama pandemi, seharusnya Telkomsel bisa mendorong pendapatan digitalnya lebih besar lagi. Kolaborasi yang melibatkan pemimpin pasar di industri nya akan selalu positif untuk pasar dan pelaku usahanya sendiri," imbuh Fendi.
 
Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan PT Telkom Indonesia Tbk (Telkom) ke Bursa Efek Indonesia (BEI), terungkap bahwa transaksi antara anak usahanya yaitu PT Telkomsel dengan PT Aplikasi Karya Anak Bangsa (AKAB) diteken pada 16 November 2020 senilai USD 150 juta.
 
"Investasi di AKAB dilakukan sebagai bentuk komitmen Telkomsel sebagai perusahaan komunikasi digital untuk memberikan layanan beyond connectivity. Telkom percaya kolaborasi ini dapat memberikan layanan dan solusi yang lebih baik kepada masyarakat dalam membangun ekonomi digital yang inklusif dan berkesinambungan," ujar VP Investor Relations Telkom Andi Setiawan.
 
Berkat aksi Telkomsel di Gojek ini, saham Telkom pada hari ini melesat 6,5 persen di level Rp3.270 per saham dibandingkan penutupan Senin kemarin yang berada di harga Rp3.070 per saham. Sehingga kesepakatan Telkomsel dan Gojek dinilai datang pada momentum yang tepat, karena secara fundamental Gojek kini telah memasuki fase baru.
 
Co-CEO Gojek Andre Soelistyo sebelumnya mengumumkan, perusahaan berhasil mencetak laba operasional di luar biaya headquarter (contribution margin positive) di tengah kondisi penuh tantangan dalam tahun ini. Artinya, setiap transaksi Gojek sudah menghasilkan cash flow yang belum dikurangi biaya headquarter.
 
"Investasi kan ada perpaduan pendanaan dari luar dan internal cash flow. Jika ada profit dari titik produk itu, investasi yang kami lakukan tidak hanya dari luar. Sejak tahun ini investasi bisa dihasilkan dari internal cash flow, ini penting sekali," jelasnya.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif