"Presiden sudah setuju kita akan buka RS internasional. Dokter kelas I bisa praktek, dan juga ada teknologi transfer dengan dokter kita," kata Menteri Koordinator bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Pandjaitan dalam Rapat Kerja dan Konsultasi Nasional Apindo secara daring di Jakarta, Kamis, 13 Agustus 2020.
Menurutnya pembangunan rumah sakit asing di Indonesia memungkinkan masyarakat kelas atas tak lagi berobat ke luar negeri. Apalagi banyak orang Indonesia yang berobat ke Singapura maupun Malaysia.
Karena itu, pemerintah membuka peluang bagi masuknya investasi untuk pembangunan rumah sakit asing di Indonesia. Hal ini juga akan mendorong perputaran uang yang terus mengalir di dalam negeri.
"Itu hampir semua kita hitung mungkin hampir puluhan miliar dolar AS. Itu kita ingin belanjakan dalam negeri. Itu sebabnya saya katakan tadi, rumah sakit pun kita ingin engage dengan rumah sakit terkenal, seperti Mayo, Johns Hopkins, bisa rumah sakit terkenal lain," jelas dia.
Adapun pemerintah tengah menyiapkan aturan dan skema investasi bagi RS internasional termasuk kewajiban transfer teknologi ke tenaga medis lokal. Luhut menambahkan dokter-dokter asing yang memenuhi kriteria juga akan diberikan kemudahan perizinan.
"Kita sudah memprioritaskan KITAS untuk orang-orang yang spesifik. Kemudian boleh ada multiple visa buat spesifik orang-orang yang kita butuhkan kegiatan dalam negeri. Jadi semua saya pikir dalam konteks kepentingan nasional. Kita benchmarking saja ke negara-negara sekitar kita," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News