Jakarta: Dewan Organisasi Kopi Internasional (International Coffee Organization/ICO) mendukung pelaksanaan tugas mewujudkan sektor kopi yang berkelanjutan, inklusif, dan berketahanan. Selain menjamin peningkatan konsumsi kopi global, kesejahteraan hidup 25 juta petani kopi di seluruh dunia juga perlu diperhatikan.
Ketua Dewan ICO Iman Pambagyo memaparkan bahwa pihaknya telah menyepakati pembentukan Gugus Tugas Sektor Pemerintah dan Swasta (coffee public-private task force/CPPTF). Aksi bersama dan peta jalan akan dibentuk untuk mencapai sektor kopi yang berkelanjutan.
"Melalui gugus tugas ini, ICO tidak hanya mendorong peran dan tanggung jawab negara dalam menyelesaikan berbagai tantangan di sektor kopi global, tapi juga melibatkan industri, organisasi internasional, dan bahkan petani," ujar Iman melalui keterangan tertulisnya, Selasa, 15 September 2020.
Iman yang juga Dirjen Perundingan Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan RI menyebut bahwa gugus tugas yang dibentuk ICO di tengah berbagai krisis yang dihadapi sektor kopi global menjadi solusi terbaik untuk menyatukan suara dari berbagai pemangku kepentingan.
Selain itu, lanjut Iman, gugus tugas juga menjadi forum bagi ICO untuk mendorong mobilisasi sumber daya dari industri kopi global sebagai bentuk peran dan tanggung jawab dalam menghadapi krisis kopi yang terjadi.
“Indonesia yakin, inisiatif pembentukan gugus tugas akan menjadikan ICO sebagai organisasi yang modern dan dinamis dalam memberikan solusi nyata untuk menjawab berbagai tantangan dan krisis sektor kopi global,” kata Iman.
Gugus tugas tersebut terdiri atas 15 negara anggota ICO yakni mewakili 49 negara dan 16 sektor swasta termasuk industry champions seperti ECOM Agroindustrial, Nestle, Illy, Olam, Jacobs Douwe Egberts (JDE), Starbucks Coffee, Lavazza, Sucafina, Mercon Coffee Group, Tchibo, Neumann Kaffee Gruppe, dan Volacafe.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan