Ilustrasi. Foto: Grafis Medcom.id
Ilustrasi. Foto: Grafis Medcom.id

Kemendag Optimistis Capai Kemajuan di Perundingan Dagang IEU-CEPA

Ekonomi Kementerian Perdagangan indonesia-uni eropa
Ilham wibowo • 28 Juni 2020 12:09
Jakarta: Pandemi covid-19 tidak menyurutkan semangat tim pembahas dari Pemerintah Indonesia dan Uni Eropa untuk mencapai kemajuan dalam perundingan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia dan Uni Eropa (Indonesia European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement/IEU-CEPA).
 
Putaran perundingan ke-10 yang seharusnya terlaksana Maret 2020 harus tertunda akibat pembatasan sosial yang dilaksanakan kedua pihak. Kedua delegasi akhirnya sepakat bertemu secara daring melaksanakan intersesi pada 15-26 Juni 2020.
 
"Delegasi Indonesia menyambut baik pertemuan intersesi secara daring yang telah berjalan dalam 10 hari terakhir," kata Ketua tim runding Indonesia Iman Pambagyo melalui keterangan resmi, Minggu, 28 Juni 2020.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Ia memaparkan terdapat 16 working groups (WGs) yang bertemu dalam intersesi tersebut. Pembahasan antara lain menyangkut perdagangan barang, ketentuan asal barang, bea cukai dan fasilitasi perdagangan, perdagangan jasa, investasi, hak kekayaan intelektual, energi dan bahan baku, kompetisi, pengadaan pemerintah, perdagangan dan pembangunan berkelanjutan, penyelesaian sengketa, serta ketentuan institusional perjanjian.
 
"Ini membuktikan walaupun dipenuhi keterbatasan karena pandemi covid-19, delegasi Indonesia dan Uni Eropa tetap berkomitmen tinggi untuk membuat kemajuan atas
berbagai isu runding dalam perundingan IEU-CEPA,” ujar Iman.
 
Perundingan IEU-CEPA merupakan perundingan bilateral terbesar yang dimiliki Pemerintah Indonesia saat ini dan ditargetkan untuk dapat diselesaikan secepatnya. Kehadiran hasil perundingan tersebut bisa mendorong pertumbuhan ekonomi nasional terutama memitigasi dampak covid-19, mempercepat proses reformasi nasional, dan menempatkan Indonesia pada posisi global value chain.
 
"Persetujuan IEU-CEPA diproyeksikan akan meningkatkan daya saing dan mengejar ketertinggalan dari negara-negara lain di kawasan yang telah terlebih dahulu memiliki persetujuan dagang dengan EU," ucapnya.
 
Adapun inisiasi IEU-CEPA tersebut diawali dengan pembentukan Vision Group pada 2009 dan telah diselesaikan pada 2011. Kedua Pihak melakukan perundingan berdasarkan Scoping Paper yang telah di-endorsed oleh Presiden RI dan Presiden Komisi Eropa.
 
Perundingan diluncurkan pada Juli 2016 melalui pengumuman bersama atau joint announcement di Jakarta dan Brussels. Rencananya, perundingan putaran selanjutnya akan dilaksanakan pada Oktober 2020.
 
Hingga saat ini, Uni Eropa merupakan mitra dagang terbesar Indonesia ke-4, dan Indonesia merupakan mitra dagang Uni Eropa ke-33. Total perdagangan Indonesia dengan Uni Eropa pada 2019 mencapai USD26,9 miliar, dengan nilai ekspor Indonesia mencapai USD14,5 miliar dan impor sebesar USD12,4 miliar. Sementara nilai investasi Uni Eropa di Indonesia tercatat senilai USD2,6 miliar pada 2019.
 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif