Jamur enoki asal Korsel untuk sementara dilarang beredar. Foto: Dok. US Food & Drug Administration (FDA).
Jamur enoki asal Korsel untuk sementara dilarang beredar. Foto: Dok. US Food & Drug Administration (FDA).

Kementan Bantah Kecolongan Biarkan Jamur Enoki Masuk RI

Ekonomi Kementerian Pertanian Jamur Enoki
Ilham wibowo • 30 Juni 2020 14:27
Jakarta: Ambang batas bakteri listeria monocytogenes yang diketahui muncul di jamur enoki belum diatur Kementerian Pertanian (Kementan) sehingga produk tersebut masih bisa diimpor. Pengawasan tetap dilakukan agar tak muncul masalah kesehatan.
 
Kepala Badan Karantina Pertanian (Baratan) Ali Jamil membantah pihaknya kecolongan ihwal jamur enoki berbakteri dari produsen asal Korea Selatan (Korsel) di pintu masuk kedatangan produk pertanian impor. Selain mengantongi sertifikat analisis khusus produk pertanian dari Korsel, keberadaan jamur enoki yang tercemar listeria monocytogenes dan bisa menyebabkan masalah kesehatan merupakan temuan baru.
 
Menurut Ali, bakteri listeria monocytogenes tersebut belum diatur dalam Permentan 55 Nomor 2016 tentang Pengawasan Keamanan Pangan Terhadap Pemasukan dan Pengeluaran Pangan Segar Asal Tumbuhan (PSAT). Di samping itu, keluhan masalah kesehatan di Indonesia akibat mengonsumsi jamur enoki juga belum terkonfirmasi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Listeria belum termasuk di dalam Permentan 55/2016. Yang ada di situ baru salmonela dan E. Coli untuk mikrobiologi, jadi listeria ini kami tidak bisa melakukan itu (pengawasan karantina) di perbatasan atau di border," kata Ali dalam RDP bersama Komisi IV DPR RI, Selasa, 30 Juni 2020.
 
Ali mengatakan bahwa temuan bakteri pada jamur enoki pada awalnya diketahui Badan Ketahanan Pangan (BKP) yang mendapat informasi dari International Food Safety Authority Network (Infosan). Kejadian luar biasa (KLB) pada Maret-April 2020 terjadi di Amerika Serikat, Kanada, dan Australia akibat mengonsumsi jamur enoki asal Korsel yang tercemar bakteri listeria monocytogenes.
 
"Setelah BKP beri tahu ini, kami monitoring (impor jamur enoki) di Tanjung Priok yang juga berasal dari sana, bahwa hasilnya itu negatif listeria," ungkapnya.
 
Ali menambahkan bahwa temuan jamur enoki yang terkontaminasi bakteri dan masuk ke Indonesia dari Green Co Ltd, Korsel masih berada di gudang importir. Tim BKP kemudian melakukan pemusnahan 1.633 karton dengan berat 8.165 kg jamur enoki yang setelah diteliti mengandung bakteri listeria monocytogenes dengan kisaran 1,0 x 104 hingga 7,2 x 104 colony/g atau dianggap melewati ambang batas.
 
"Berita jamur enoki kemarin itu adalah hasil monitoring dari teman-teman Badan Ketahanan Pangan di gudang importir, dari sana mereka dapatkan dan ditemukan listeria di jamur enoki. Pak Kepala Badan Karantina Pertanian, menurut berita, memerintahkan kepada pemilik barang untuk menarik dari pasar dan dimusnahkan, itu sudah selesai untuk itu," ungkapnya.
 

(DEV)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif