Apabila Anda membutuhkan pinjam dana untuk modal tambahan, lebih baik manfaatkan layanan fintech seperti Kredivo (Foto:Dok.Kredivo)
Apabila Anda membutuhkan pinjam dana untuk modal tambahan, lebih baik manfaatkan layanan fintech seperti Kredivo (Foto:Dok.Kredivo)

Harga Bahan Baku Naik, Apakah Harga Produk yang Dijual Harus Naik Juga?

Ekonomi Kredivo
M Studio • 31 Maret 2020 15:51
Jakarta: Sejak kasus pertama virus korona Covid-19 diumumkan oleh Presiden RI Joko Widodo pada awal Maret 2020, beberapa harga barang melonjak tinggi. Mulai dari peralatan medis seperti masker, hand sanitizer, hingga rempah-rempah seperti jahe, temulawak, dan bawang bombay.
 
Semua orang pasti resah dan tidak senang bila semua harga barang mengalami kenaikan. Apalagi para pelaku usaha. Mereka akan serba kesulitan bila harga barang baku naik. Jika mereka menaikkan harga produk yang dijual, pasti para pelanggan akan mulai melakukan komplain dan akan ada penurunan penjualan setiap harinya.
 
Jika Anda pelaku bisnis yang merasa kesulitan dengan keadaan seperti sekarang, apa yang harus dilakukan?

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Demi Stabilitas Bisnis, Harga Produk Harus Naik


Tidak bisa dipungkiri bila harga bahan baku melonjak, maka produk yang dijual juga harus naik harganya. Jika Anda tetap memaksakan untuk menjual produk dengan harga lama, maka hal ini tentu saja akan sangat memengaruhi kondisi usaha Anda.
 
Sebagai contoh, harga bawang bombay yang naik 10 kali lipat daripada harga awal Rp15 ribu/kg, sekarang menjadi Rp160 ribu/kg. Bisa dibayangkan bagaimana bisnis restoran burger yang mempunyai menu andalan dengan kandungan bawang bombay. Jika tidak menaikkan harga, maka keuntungan yang didapat sangat sedikit bahkan bisa merugi.


 
Lalu Bagaimana Cara Menyiasati agar Pelanggan Tidak Pergi?


1. Sosialisasi kepada Konsumen


Konsumen harus tahu apa yang sedang Anda rencanakan, hal ini dilakukan supaya nanti ketika rencana telah diterapkan, konsumen tidak kaget atau kecewa. Apalagi mereka yang sudah setia kepada usaha Anda selama bertahun-tahun lamanya, beritahu rencana ini kepada mereka sebelum merealisasikannya supaya mereka bisa memahami keputusan bisnis ini.
 
Anda bisa menggunakan aplikasi media sosial untuk menyebarkan berita ini kepada masyarakat atau bisa juga dengan memasang pemberitahuan di tempat usaha agar konsumen bisa melihatnya secara langsung, dengan harapan konsumen tidak akan merasa kecewa dengan keputusan yang telah dibuat.


2. Cari Bahan Baku Substitusi


Trik lain yang bisa dilakukan dalam menyiasati kenaikan bahan baku adalah mencari sumber-sumber bahan baku pengganti. Tentu bahan baku pengganti tersebut tidak digunakan 100 persen, tetapi hanya sebagai bahan pelengkap agar tidak terlalu mengurangi kualitas produk yang dipasarkan. 
 
Kembali lagi ke contoh awal, sebuah restoran burger bisa menggantikan kandungan bawang bombay dengan daun bawang. Walaupun dari sisi tekstur berbeda, rasa dari daun bawang dan bawang bombay bisa dibilang mirip, karena tidak kuat seperti bawang merah. Begitu juga aromanya, hampir mendekati aroma bawang bombay. Jadi, daun bawang bisa menjadi alternatif pengganti bawang bombay yang harganya sedang melonjak tinggi. 


3. Memberikan Bonus


Ketika konsumen datang ke tempat usaha Anda atau membelinya secara online, lalu mereka tahu harga telah naik, maka bukan tidak mungkin mereka akan mengurungkan niat untuk membeli. Hal seperti ini tidak jarang terjadi, bahkan bila pelanggan bersedia membeli, mereka bisa mengeluh dan memutuskan untuk tidak akan membeli lagi di tempat Anda.
 
Para pemilik bisnis harus mengantisipasi hal ini, salah satu caranya yakni dengan memberikan bonus kepada konsumen. Dengan cara ini maka konsumen tidak akan merasa terbebani dengan kenaikan harga tersebut. Justru mereka akan merasa diuntungkan akan hal ini.
 
Contoh, keadaan sekarang di mana semua orang dianjurkan untuk melakukan social distancing dengan mengurangi aktivitas di luar rumah, coba untuk memberikan free ongkir, atau dengan memberikan gratis hand sanitizer atau desinfektan pada setiap pembelian.
 
Pada umumnya konsumen sangat suka ketika mendapatkan hadiah atau bonus, karena mereka merasa sangat diperhatikan oleh pelaku usaha. Oleh karena itu, bila memakai cara ini maka dampak psikologis bagi konsumen sangat besar dan pelanggan tidak kecewa.
 
Selalu banyak cara untuk menghadapi setiap naik turunnya suatu bisnis. Para pelaku bisnis juga harus pintar-pintar untuk menghadapinya. Apabila keadaan seperti ini Anda membutuhkan pinjam dana untuk modal tambahan, lebih baik manfaatkan layanan fintech seperti Kredivo. Kredivo bisa memberikan pinjaman dana tunai tanpa harus keluar rumah.
 
Layanan pinjaman dana dan cicilan online yang diberikan Kredivo bisa Anda manfaatkan untuk berbagai macam hal. Jika Anda membutuhkannya untuk modal usaha, Kredivo punya layanan pinjaman mini dan pinjaman jumbo dengan limit mulai dari Rp500 ribu hingga Rp30 juta.
 
Bunganya bersaing dengan bunga lembaga konvensional, hanya 2,95 persen per bulan dengan tenor mulai dari 30 hari, 3 bulan, hingga 6 bulan. Prosesnya juga serba cepat, hanya bermodalkan aplikasi dalam smartphone, Anda bisa mendapatkan pinjaman dalam hitungan jam, bahkan menit. Kredivo juga bisa jadi solusi untuk penambahan modal ketika bahan baku naik.
 
Akhir kata, wabah virus korona ini memang banyak memengaruhi berbagai sektor bisnis. Sebagai pelaku bisnis, tetap percaya diri dan harus terus cerdik menghadapi berbagai macam situasi sampai keadaan kembali seperti semula. Tetap semangat!

 
(ROS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif