Kepala BPS Suhariyanto. Foto : MI/ADAM DWI.
Kepala BPS Suhariyanto. Foto : MI/ADAM DWI.

Sensus Penduduk Online Diperpanjang hingga 29 Mei

Ekonomi bps Sensus Penduduk
Suci Sedya Utami • 01 April 2020 19:37
Jakarta: Badan Pusat Statistik (BPS) memperpanjang waktu pelaksanaan sensus penduduk yang dilakukan secara online hingga 29 Mei 2020.
 
Awalnya sensus penduduk online dilakukan dari 15 Februari hingga 31 Maret. Namun dengan memperhatikan kondisi yang ada saat ini karena adanya pandemi covid-19 maka otoritas statistik mengubah jadwal tersebut.
 
"Diperpanjang sampai 29 Mei 2020. Jadi masih ada kesempatan untuk bapak ibu yang belum mengakses sensus penduduk online di bps.go.id," kata Kepala BPS Suhariyanto dalam virtual konferensi pers, Rabu, 1 April 2020.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dia bilang di tahun ini ada 54 negara yang melakukan sensus penduduk. Namun karena adanya wabah covid-19, negara-negara tersebut juga melakukan penyesuaian. Misalnya Panama yang membatalkan dan akan melakukannya di tahun depan. Lalu Arab Saudi yang memperpanjang hingga batas waktu yang tidak ditentukan.
 
Dirinya mengatakan hingga Rabu pagi ini, jumlah penduduk Indonesia yang telah mengakses sensus penduduk online sebanyak 33,5 juta. Suhariyanto mengucapkan terima kasih pada seluruh penduduk yang telah ikut berpartisipasi dalam senus penduduk online.
 
Namun meskipun jumlah tersebut terbilang besar, ternyata secara persentase baru mencapai 12,5 persen dari jumlah penduduk total. BPS berharap penduduk yang berpartisipasi bisa mencapai 20-22 persen.
 
"Kalau BPS berharap bisa mencapai 20-22 persen itu akan bagus sekali, maka saya mengajak pada seluruh penduduk Indonesia mencatat Indonesia dari rumah," tutur dia.
 
Lebih lanjut karena jadwal pencatatan sensus tersebut mengalami kemunduran, maka jawal lainnya seperti wawancara juga ikut bergeser. Ia bilang pihaknya juga akan memperhatikan pergerakan situasi apabila mengharuskan wawancara dilakukan tidak secara tatap muka.
 
"Kita sudah antisipasi pelatihan petugas enggak bisa dilakukan face to face akan dilakukan online. Lalu juga wawancaranya kita asumsikan covid sudah berakhir. Tapi kalau memang belum memungkinkan, akan ada penyesuaian," jelas Suhariyanto.
 

(SAW)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif