Ilustrasi bawang putih - - Foto: Medcom/ Roni
Ilustrasi bawang putih - - Foto: Medcom/ Roni

Kementan Tambah Rekomendasi Impor Bawang Putih Jadi 450 Ribu Ton

Ekonomi berita kementan Impor Bawang Putih
Antara • 28 Maret 2020 18:00
Jakarta: Kementerian Pertanian (Kementan) kembali menerbitkan Rekomendasi Impor Produk Hortikultura (RIPH) untuk komoditas bawang putih. Total impor bawang putih bertambah menjadi 450 ribu ton hingga 27 Maret 2020.
 
"Hingga saat ini RIPH bawang putih yang telah diterbitkan Kementan sebanyak 450 ribu ton. Ada 54 importir yang telah mendapat RIPH bawang putih," kata Dirjen Hortikultura Kementan Prihasto Setyanto di Jakarta, Sabtu, 28 Maret 2020.
 
Prihasto menjelaskan jumlah volume RIPH bawang putih yang telah diterbitkan sangat mencukupi untuk mengamankan pasokan hingga akhir 2020.
Ada pun kebutuhan nasional bawang putih diperkirakan mencapai 47 ribu sampai 48 ribu ton per bulan. Jika RIPH tersebut direalisasikan, pasokan bawang putih mencukupi hingga sembilan bulan ke depan.
Click to Expose

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk bawang bombai, Kementan telah menerbitkan RIPH sebanyak 227 ribu ton kepada 43 importir. Dengan kebutuhan Nasional sebanyak 10 ribu-11 ribu ton per bulan, realisasi impor bawang bombai bisa mencukupi pemenuhan hingga satu tahun lebih.
 
Sementara itu, Direktur Pengolahan dan Pemasaran Hasil Hortikultura, Yasid Taufik menyebut, pentingnya para importir memperhatikan persyaratan administrasi dan teknis yang mengatur produk impor hortikultura. Hal ini sebagaimana diatur dalam Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 39 Tahun 2019 j.o. 02 Tahun 2020 tentang RIPH. Administrasi mencakup data importir sedangkan syarat teknis mengatur mengenai produknya.
 
"Misalnya saja kenapa kami di Ditjen Hortikultura perlu melakukan pengecekan sertifikat GAP dan GHP nya. Semata-mata untuk memastikan produk yang diimpor aman dikonsumsi masyarakat," kata Yasid.
 
Menurut Yasid, melalui instrumen RIPH yang berada di Kementan dan Surat Persetujuan Impor (SPI) dari Kementerian Perdagangan, pemerintah berupaya menjaga agar impor pangan. Khususnya produk hortikultura tidak bertentangan dengan ketentuan undang-undang sekaligus menjaga iklim yang kondusif bagi petani di dalam negeri dalam berusaha tani.
 
"Saya sarankan kawan-kawan pelaku usaha tetap mengurus RIPH-nya. Lagipula, impor produk hortikultura bisa dilakukan sewaktu-waktu dan tidak hanya terbatas sampai dengan 31 Mei 2020 saja," tambah Yasid

 

(Des)

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif