Direktur Utama Asuransi Jasindo Andy Samuel. Foto: dok Jasindo.
Direktur Utama Asuransi Jasindo Andy Samuel. Foto: dok Jasindo.

Asuransi Jasindo Lindungi Aset Pemerintah di Cianjur

Husen Miftahudin • 05 Desember 2022 13:28
Jakarta: PT Asuransi Jasa Indonesia atau Asuransi Jasindo telah melindungi aset negara berupa gedung bangunan pemerintah di Cianjur, Jawa Barat, yang rusak akibat gempa bumi. Penerbit polis di Konsorsium Asuransi Barang Milik Negara (ABMN) tersebut telah menerima pengajuan klaim asuransi untuk kejadian gempa bumi pada 22 November 2022.
 
Direktur Utama Asuransi Jasindo Andy Samuel mengatakan, pihaknya telah menerima laporan secara resmi dari beberapa kementerian dan lembaga pemerintah yang mengalami kerusakan atas objek yang diasuransikan.
 
"Masih ada beberapa kementerian/lembaga lainnya yang mengalami kerugian akibat gempa di wilayah Cianjur dan akan menyampaikan laporan secara resmi kepada Asuransi Jasindo, sehingga kami bisa segera melakukan survei klaim," ujar Andy dalam keterangan tertulisnya, Senin, 5 Desember 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Adapun kementerian dan lembaga yang telah melaporkan kerusakan atas objek yang diasuransikan adalah Kementerian Keuangan (Kemenkeu) dengan obyek kerugian pada KPP Cianjur, Badan Pusat Statistik dengan obyek kerugian pada BPS Cianjur, Kejaksaan RI atas obyek kerugian Kejari Cianjur, serta Badan Pertanahan Nasional atas obyek kerugian BPN Cianjur.
 
Andy menegaskan, Asuransi Jasindo berkomitmen sejak awal diprakarsainya asuransi barang milik negara bersama Direktorat Jenderal Kekayaan Negara Kemenkeu untuk senantiasa mendorong dan memberikan pendampingan kepada kementerian dan lembaga dalam proses pengasuransian aset negara hingga pelayanan klaim sesuai yang diamanatkan Peraturan Menteri Keuangan No. 97/PMK.06/2019.
 
"Hal ini terbukti sampai dengan November 2022 sebanyak 75 kementerian dan lembaga yang mengasuransikan asetnya melalui Asuransi Barang Milik Negara," jelas dia.
 
Baca juga: Jasindo Telah Bayar Klaim Rp1,9 Triliun di Kuartal III

 
Ia menambahkan, aset yang diasuransikan sementara ini terbatas pada gedung bangunan yang meliputi kantor, sarana pendidikan, sarana kesehatan, yang diperkirakan pada 2023 cakupan aset yang diasuransikan terus bertambah.
 
Asuransi Barang Milik Negara sendiri menjamin kerugian atas kerusakan/kehancuran/kehilangan aset bangunan serta aset yang melekat dan menjadi bagian tidak terpisahkan dari bangunan, yang diakibatkan oleh penyebab apapun yang bersifat tiba-tiba dan tidak terduga termasuk bencana alam seperti banjir dan gempa bumi.
 
"ABMN merupakan konsorsium yang dibentuk AAUI pada 2019, anggota konsorsium ini melibatkan 49 perusahaan asuransi umum dan enam perusahaan reasuransi umum dan satu perusahaan reasuransi syariah sebagai koordinator asuransi syariah," ujarnya.
 
*Jangan lupa ikuti update berita lainnya dan follow akun google news Medcom.id*
 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif