Ilustrasi. Foto: Dok. Kemenperin
Ilustrasi. Foto: Dok. Kemenperin

Bangkit dari Pandemi, Ekspor Industri TPT Meningkat Jadi Rp10,5 Triliun

Husen Miftahudin • 23 Desember 2021 20:15
Jakarta: Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan industri tekstil dan produk tekstil (TPT) terus berupaya bangkit di tengah tekanan dampak pandemi covid-19. Berdasarkan peta jalan Making Indonesia 4.0, industri TPT merupakan salah satu sektor yang mendapat prioritas pengembangan karena memberikan kontribusi yang signifikan bagi perekonomian.
 
Ia mengemukakan, kontribusi industri TPT terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sektor manufaktur sebesar 6,08 persen pada kuartal III-2021. Sementara itu, pertumbuhan industri TPT secara kuartalan juga mengalami perbaikan menjadi sebesar 4,27 persen (q to q) apabila dibandingkan kuartal II-2021 sebesar 0,48 persen.
 
"Bahkan, ekspor TPT pada periode Januari-Oktober 2021 turut mengalami peningkatan sebesar 19 persen menjadi USD10,52 miliar, selain nilai investasi yang juga mengalami kenaikan sebesar 12 persen sehingga menjadi Rp5,06 triliun," ujar Agus dalam siaran persnya, Kamis, 23 Desember 2021.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Oleh karena itu, Agus memberikan apresiasi kepada sembilan industri TPT yang melakukan ekspansi, dengan total nilai investasi sebesar Rp2 triliun di Pulau Jawa dan Rp8,5 triliun di Provinsi Riau. Menurutnya, perluasan usaha ini menandai optimisme para investor industri TPT dalam upaya menjadikan Indonesia sebagai basis produksi untuk memenuhi kebutuhan pasar domestik hingga ekspor.
 
"Hal ini membuktikan bahwa industri TPT bukan sunset industry, bahkan menjadi sunrise industry. Saya optimistis industri TPT nasional akan semakin tumbuh dan akselerasinya cukup baik bila dilihat harmonisasi hulu dan hilir," tegas dia.
 
Kemenperin meyakini, investasi dari industri TPT di Indonesia akan terus tumbuh di masa mendatang. Realisasi investasi tersebut di antaranya meliputi industri pembuatan serat, pembuatan benang, pembuatan kain sampai dengan industri pakaian jadi. Hal ini sejalan dengan target substitusi impor 35 persen pada 2022 yang diinisiasi Kemenperin.
 
"Pengembangan industri dari investasi baru ini akan mempermudah industri TPT mendapatkan bahan baku. Kami sangat optimis hari ini merupakan kebangkitan TPT nasional," ucapnya.
 
Adapun kesembilan perusahaan TPT yang berinvestasi tersebut yakni PT Dhanar Mas Concern, PT Embee Plumbon Textiles, PT Kewalram Indonesia, PT Pan Brothers Tbk, PT Anggana Kurnia Putra, PT Sipatex Putri Lestari, PT Bandung Djaja Textile, PT Sinar Para Taruna Textile, dan PT Asia Pacific Rayon.
 
"Kami berharap, perusahaan-perusahaan ini dapat terus eksis dan meningkatkan kinerja serta menjadi pemain tekstil kelas dunia," pungkas Agus.
 
(DEV)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif