Pertalite. Foto : Medcom/Annisa Ayu.
Pertalite. Foto : Medcom/Annisa Ayu.

DPR Setujui Tambah Kuota Solar dan Pertalite

Ekonomi BBM Kementerian ESDM Ekonomi Amerika Harga BBM pertalite Solar DPR RI
Annisa ayu artanti • 15 April 2022 11:25
Jakarta: Pemerintah dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI telah menyepakati adanya penambahan kuota Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi di 2022 guna mengantisipasi lonjakan permintaan di tengah pemulihan ekonomi nasional.
 
Kesepakatan ini merupakan salah satu poin penting pada kesimpulan Rapat Kerja Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif bersama Komisi VII DPR RI beberapa hari lalu.
 
Arifin mengungkapkan terjadinya pemulihan ekonomi yang lebih cepat pascapandemi telah memicu peningkatan konsumsi BBM. Pemerintah memproyeksikan rata-rata pertumbuhan konsumsi BBM jenis bensin dari 2014-2021 sebesar 3,4 persen.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Di samping itu, disparitas harga telah menyebabkan adanya peralihan penggunaan (jenis) BBM di masyarakat sehingga berdampak pada kuota jenis BBM tertentu.
 
"Kita ambil contoh kemarin dengan kenaikan (harga) pertamax, di lapangan terjadi penurunan konsumsi pertamax, tapi di sisi lain terjadi kenaikan konsumsi pertalite," kata Arifin, dikutip Jumat, 15 April 2022.
 
Arifin juga mengusulkan penambahan kuota solar di 2022 sebanyak 2,29 juta kiloliter (kl) dari sebelumnya 15,10 juta kl sehingga menjadi 17,39 juta kl. Penambahan kuota memperhatikan penyerapan konsumsi solar hingga April 2022 menjadi 4,08 juta kl.
 
"Realisasi penyaluran JBT Solar dari Januari-Maret over kuota 9,49 persen," jelasnya.
 
Adapun untuk minyak tanah, sisa kuota di 2022 tinggal 0,36 juta kl dari 0,48 juta kl sehingga pemerintah perlu melakukan penambahan sebesar 0,10 juta kl menjadi 0,58 juta kl.
 
"Penambahan ini mempertimbangkan pertumbuhan ekonomi di Indonesia bagian Timur sebesar 10,09 persen di triwulan IV-2021," imbuhnya.
 
Sementara pada total kuota BBM jenis pertalite yang menjadi jenis BBM khusus penugasan (JBKP) menjadi 28,50 juta kl dari sebelumnya 23,05 juta kl di 2022.
 
"JBKP pertalite juga mengalami over kuota sebesar 14 persen pada periode Januari-Maret sehingga diperlukan tambahan 5,45 juta kl," ungkapnya.
 
Pemerintah, sambung Arifin, sebenarnya telah menyiapkan stok Pertalite yang mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Akan tetapi, peralihan konsumsi masyarakat dari pertamax ke pertalite membuat pemerintah mengusulkan adanya penambahan kuota tersebut.
 
Mendapat usulan dengan pertimbangan di atas, Komisi VII DPR RI menyatakan setuju atas usulan yang disampaikan oleh Menteri ESDM.
 
"Komisi VII DPR RI menyepakati bersama Menteri ESDM untuk penambahan kuota BBM Subsidi," kata pimpinan raker Sugeng Suparwoto.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif