Ilustrasi petani sawit - - Foto: dok Kementan
Ilustrasi petani sawit - - Foto: dok Kementan

Larangan Ekspor CPO Berdampak ke 2,6 Juta Petani Sawit

Insi Nantika Jelita • 18 Mei 2022 12:10
Jakarta: Anggota Komisi XI DPR RI Sihar Sitorus meminta pemerintah untuk meninjau kembali larangan ekspor bahan baku minyak goreng. Pasalnya, kebijakan ini akan berdampak pada 2,67 juta petani sawit di Indonesia.
 
"Melihat banyaknya risiko yang akan dihadapi oleh industri sawit nasional, ada baiknya Presiden Jokowi mempertimbangkan kembali kebijakan pelarangan ekspor minyak goreng," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu, 18 Mei 2022.
 
Menurutnya, larangan ekspor juga akan menyebabkan konsekuensi negatif terhadap kredibilitas Indonesia di mata Internasional sebagai negara penyumbang CPO dunia terbesar.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kebijakan larangan ekspor itu akan membawa berbagai konsekuensi dan dampak negatif, antara lain kredibilitas Indonesia di mata Internasional akan memburuk," ungkap dia.
 
Dampak lainnya, kata Sihar, kebijakan larangan ekspor itu akan menimbulkan maraknya penyelundupan karena disparitas harga minyak goreng yang tinggi serta berbagai dampak negatif lainnya.
 
Adapun korelasi antara kebijakan larangan ekspor dan harga minyak goreng tidak serta merta berhubungan positif. Hal itu dibuktikan sejak larangan ekspor bahan baku minyak goreng itu mulai diberlakukan.
 
"Justru telah menyebabkan anjloknya harga tandan buah segar (TBS) sawit di pasar dalam negeri yang kini menuai protes besar-besaran dari para petani sawit," sebutnya.
 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif