"Laporan yang dipublikasikan Kementerian BUMN menunjukan adanya perbaikan kinerja BUMN di 2021," kata Toto si Jakarta, Jumat, 31 Desember 2021.
Baca: Transformasi BUMN Mulai Membuahkan Kontribusi terhadap Negara
Dia menjelaskan meski terdampak pandemi covid-19, BUMN masih mampu memberikan kontribusi positif sebesar Rp375 triliun pada 2020, hingga berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp61 triliun di kuartal III-2021.
Menurutnya laba yang diperoleh Kementerian BUMN bisa menjadi gambaran akan kesuksesan kepemimpinan Erick dalam mengemban tugas.
"Seperti diketahui Laba BUMN di sepanjang tahun 2020 hanya mencapai Rp39 triliun, sementara laporan semester 1 tahun 2021 menunjukan pencapai laba BUMN mencapai Rp26,3 triliun, atau lebih tinggi 360% dibanding periode sama tahun 2020," jelas Toto.
Erick sendiri disebut terus mendorong seluruh direksi di perusahaan BUMN untuk terus bertransformasi dan berinovasi demi kemajuan bangsa. Hal ini bertujuan setiap perusahaan plat merah bisa mencatatkan hasil maksimal dan mampu memberikan kontribusi optimal terhadap ekonomi dan kemajuan negara.
“Apabila melihat kenaikan laba signifikan di semester satu tahun 2021 ini memang patut disyukuri," ungkap Toto.
Selain itu Erick yang juga Ketum Masyarakat Ekonomi Syariah (MES) dinilai berhasil membuat dan menjalankan berbagai program dari Kementerian BUMN. Mulai dari Program Mekaar dari PNM, Makmur dari Pupuk Indonesia, hingga KUR dari Himbara.
Erick juga berhasil membuat terobosan dengan menggabungkan sejumlah bank-bank syariah seperti Mandiri Syariah, BNI Syariah, dan BRI Syariah ke dalam entitas bernama Bank Syariah Indonesia (BSI) dengan aset Rp247 triliun.
Hingga memerger dan merestrukturisasi sejumlah perusahaan BUMN lainnya menjadi holding raksasa dan mengkategorikannya berdasarkan klaster-klaster perusahaan, seperti Holding Ultra Mikro (UMi) dan Holding Pelindo.
"Semoga kinerja BUMN 2022 akan berlangsung lebih baik lagi," ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News