Presiden Joko Widodo/Biro Pers Sekretariat Presiden
Presiden Joko Widodo/Biro Pers Sekretariat Presiden

Presiden: Pertahankan Tren Positif Perekonomian di 2022

Ekonomi Jokowi neraca perdagangan indonesia Ekonomi Indonesia nikel Perekonomian Indonesia Ekspor Bahan Mentah
Andhika Prasetyo • 03 Januari 2022 10:13
Jakarta: Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengajak seluruh elemen bangsa menatap 2022 penuh semangat dan harapan. Semua capaian positif perekonomian nasional yang telah dikantongi selama 2021 harus bisa dipertahankan dan ditingkakan pada tahun ini.
 
"Meski kita tahu masih akan ada banyak tantangan yang akan kita hadapi, mulai dari Omicron, inflasi, tappering off, kontainer hilang di mana-mana, kelangkaan energi, saya meyakini dengan semangat kerja keras bersama, semua tantangan itu akan kita lalui dengan baik," ujar Jokowi di Gedung Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Senin, 3 Januari 2022.
 
Perekonomian nasional menunjukkan capaian sangat baik selama 2021. Di tengah pandemi covid-19, beragam angka-angka positif, peningkatan kinerja bisa diraih.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Salah satunya adalah neraca dagang. Kementerian Perdagangan mencatat Indonesia menikmati surplus hingga USD34,4 miliar pada tahun lalu.
 
"Dalam 19 bulan kita surplus terus. Belum pernah kita mengalami hal seperti ini sebelumnya," ujar Presiden.
 
Surplus neraca dagang utamanya didorong kenaikan ekspor yang sangat signifikan, yakni 49,7 persen secara tahunan. Lonjakan tersebut dipicu tingginya penjualan komoditas olahan yang pada tahun sebelumnya hanya dijual secara mentah.
 
"Dulu ekspor nikel kita setahun hanya USD2 miliar. Tahun lalu saya lihat hampir USD21 miliar. Keberanian kita menghentikan ekspor barang mentah itu kelihatan hasilnya," jelas Kepala Negara.
 
Baca: Menperin Pede Industri Smelter Bisa Setop Ekspor Bahan Mentah
 
Di luar sektor perniagaan, Indonesia mengalami penguatan dari sektor konsumsi. Keyakinan konsumen pada November berada di level 118,5, naik dari capaian Maret 2021 yang baru di angka 113,8.
 
Purchasing Manucafture Index nasional juga melesat ke level 53,9. Nilai itu bahkan melebihi raihan ketika pandemi belum muncul, yakni 51.
 
"Kita harus optimistis melihat angka-angka seperti. Belum lagi konsumsi listrik yang juga bertumbuh. Angka-angka seperti ini harus kita lihat," ucap Jokowi.
 
(AZF)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif