Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Foto: dok BKPM.
Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia. Foto: dok BKPM.

Meski Angka Inflasi Tinggi, Target Investasi Rp1.200 Triliun Optimistis Tercapai

Insi Nantika Jelita • 07 Juli 2022 13:20
Surakarta: Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia optimistis target investasi sebesar Rp1.200 triliun pada tahun ini tercapai, meski angka inflasi tinggi.
 
"Insyaallah kami yakin target 2022 bisa tercapai. Tapi, apakah gampang atau tidak? Untuk mencapai Rp1.200 triliun enggak gampang," aku Bahlil saat di Surakarta, Jawa Tengah, dikutip Kamis, 7 Juli 2022.
 
Bahlil menegaskan jajaranya sudah memiliki strategi untuk mencapai target tersebut. Diantaranya seperti mengeksekusi investasi yang sudah menerima fasilitas insentif fiskal, yakni dari tax holiday yang merupakan salah satu bentuk insentif pajak yang diberikan dalam upaya menarik investasi asing.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kami akan mengeksekusi investasi yang sudah dapat fasilitas insentif fiskal tax holiday, totalnya sekitar Rp1.300 triliun. Di samping kami mencari investasi dari luar negeri, kami juga mendorong (investasi) yang sudah ada di dalam negeri," jelasnya.
 
Dari perkiraan jumlah Rp1.300 triliun itu, Menteri Investasi mengaku ada kendala yang dihadapi. Salah satunya mengenai persoalan perizinan usaha, lalu masalah lahan atau lokasi usaha, dan pinjaman bank. Ia mengatakan, pihaknya pun menjemput bola dengan mendatangi investor atau pengusaha.
 
"Ada juga masalah lainnya soal masa konstruksi yang terkendala karena ada persoalan-persoalan yang ada di lapangan. Kita datangi mereka, yang sudah oke (investasinya) kami dampingi mereka," tegasnya.
 
Baca juga: Menteri Bahlil Kejar Proyek yang Dapat Insentif

 
Ia berpandangan penciptaan lapangan pekerjaan tidak bisa diharapkan terus dari penerimaan pegawai negeri sipil. Pemerintah bertekad menambah jumlah lapangan pekerjaan dibanding tahun lalu yang diperkirakan ada 2,3 juta sampai 2,9 juta lapangan kerja baru tercipta.
 
Saat ini, dikatakan Bahlil, ada tujuh juta penduduk Indonesia yang eksisting sedang mencari pekerjaan di Tanah Air.
 
"Lapangan pekerjaan tidak mungkin didatangkan dari PNS terus Pengangguran akibat PHK karena covid-19 ada enam juta. Sedangkan, penerimaan ASN, TNI, Polri dan lainnya tak lebih dari sejuta. Berarti harus ciptakan peluang usaha dari instrumen investasi," pungkasnya.
 
Sebelumnya Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memperkirakan laju inflasi di Indonesia bakal berada di kisaran 3,5 persen hingga 4,5 persen. Perkiraan ini lebih tinggi dari target inflasi Bank Indonesia (BI) yang mencapai 4,2 persen. Secara tahunan (year on year/yoy), inflasi Juni 2022 sudah berada di 4,35 persen.

 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif