Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Stadion GBK, Jakarta. Foto Istimewa.
Presiden KSPSI Andi Gani Nena Wea bersama Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day di Stadion GBK, Jakarta. Foto Istimewa.

Presiden KSPSI: May Day Itu Waktunya Buruh Bersuka Ria!

Ekonomi Pertumbuhan Ekonomi buruh May Day Ekonomi Indonesia UU Cipta Kerja Kapolri Listyo Sigit Prabowo Jaminan Hari Tua KSPSI Hari Buruh Sedunia
Husen Miftahudin • 14 Mei 2022 18:49
Jakarta: Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mengatakan massa 50 ribu buruh menunjukan aksi tertib, damai, tidak anarkis, dan demokrasi yang dewasa dalam rangka memperingati Hari Buruh Internasional atau May Day hari ini.
 
Peringatan Hari Buruh Internasional dilakukan di Stadion Utama Gelora Bung Karno (GBK) Senayan, Jakarta, hari ini. Ribuan massa buruh tersebut datang secara tertib dan damai dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
 
"May Day itu waktunya buruh bersuka ria, bergembira sambil menyampaikan tuntutan. Buruh bisa membuktikan menyuarakan tuntutan tidak ada aksi anarkis dan bakar-bakaran," ujar Andi Gani, Sabtu, 14 Mei 2022.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Acara bertajuk May Day Fiesta ini digelar oleh Gerakan Buruh Indonesia (GBI) yang merupakan gabungan dari empat konfederasi yaitu KSPSI, Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI), Konfederasi Serikat Buruh Sejahtera Indonesia (KSBSI), dan Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia  (KPBI),
 
Andi Gani yang juga Pimpinan Buruh ASEAN (ATUC) ini menuturkan, ada 18 tuntutan yang diajukan dalam aksi May Day Fiesta. Namun, ada tiga yang dikedepankan. Pertama, menolak revisi UU Nomor 12 Tahun 2011 Tentang Pembentukan Peraturan Perundang-undangan.
 
"Karena revisi tersebut hanya untuk melegalkan metode Omnibus Law UU Cipta Kerja, tanpa memperbaiki substansi UU Cipta Kerja yang diminta oleh Mahkamah Konstitusi pada keputusan sebelumnya," jelasnya.
 
Kedua, meminta agar Klaster Ketenagakerjaan dikeluarkan dari UU Cipta Kerja. Ketiga, menolak revisi UU Nomor 21 tahun 2000 tentang Serikat Pekerja Serikat Buruh. "Namun, kami juga mengapresiasi aturan tentang Jaminan Hari Tua (JHT) sudah dirubah dan memihak buruh," ujarnya.
 
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang hadir dalam acara tersebut mengucapkan selamat Hari Buruh Internasional. "Saya selaku Kapolri mewakili seluruh institusi Polri dari lubuk hati yang paling dalam mengucapkan selamat ulang tahun untuk seluruh rekan-rekan buruh baik yang ada di Indonesia maupun di luar negeri. Semoga buruh semakin sejahtera," katanya.
 
Kapolri mengapresiasi kinerja buruh yang menjaga ekonomi Indonesia tetap stabil. "Berkat kerja sama rekan-rekan semua di masa sulit saat ini, pertumbuhan ekonomi Indonesia semakin membaik," ujarnya.
 
Menurutnya, data pertumbuhan ekonomi Indonesia berada di atas lima persen. Pencapaian ini lebih baik dibanding negara-negara maju lain yang masih terpuruk akibat pandemi. "Ini semua adalah berkat partisipasi, kerja keras, keringat rekan-rekan buruh semua," tegasnya.

 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif