Ilustrasi kereta cepat Jakarta-Bandung - - Foto: dok MI
Ilustrasi kereta cepat Jakarta-Bandung - - Foto: dok MI

Yes! Kereta Cepat Jakarta-Bandung Siap Uji Coba di Akhir Tahun

Eko Nordiansyah • 24 Januari 2022 19:09

Jakarta: Kereta Cepat Jakarta-Bandung direncanakan siap melakukan trial run pada November 2022. Bahkan uji coba proyek yang membentang dari Halim, Jakarta hingga Tegalluar, Bandung ini juga diusulkan menjadi bagian dari kegiatan kunjungan KTT G20 lantaran progresnya yang sudah hampir 80 persen.

"Saat ini progres KCJB terus berjalan dan sudah mencapai 79,90 persen. Kami akan terus melakukan upaya maksimal untuk mewujudkan trial run di akhir 2022," kata Presiden Direktur PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi dalam keterangan resminya, Senin, 24 Januari 2022.

Ia mengungkapkan progres KCJB di semua lini konstruksi sudah mendekati 100 persen. Secara garis besar, penyelesaian proyek KCJB ini terdiri dari konstruksi jembatan kereta cepat yang sudah mencapai 89,30 persen, subgrade 78,41 persen, dan tunnel 98,07 persen atau 10 dari 13 tunnel telah berhasil tembus.

Produksi Electric Multiple Unit (EMU) KCJB yang dilakukan di CRRC Sifang, Tiongkok sudah mencapai 85 persen. Artinya, tujuh dari 11 unit EMU atau kereta yang akan digunakan untuk KCJB sudah selesai diproduksi, ditambah Comprehensive Inspection Trail (CIT) untuk kebutuhan maintenance dan uji coba KCJB juga sudah selesai dibuat.

Dari sisi stasiun, pembangunan empat stasiun yakni Stasiun Halim, Karawang, Padalarang, dan Tegalluar sudah berjalan. Hingga Desember 2021, Stasiun Halim mengalami progres yang paling tinggi hingga 66,05 persen, disusul Tegalluar dengan 62,75 persen, dan Karawang 40,21 persen, sedangkan stasiun Padalarang masih dalam persiapan.

Tak hanya itu, KCIC juga sudah memiliki depo yang berlokasi di Tegalluar dengan progres pembangunan yang sudah mencapai 50,24 persen. Meski belum rampung sepenuhnya, depo ini sudah bisa dioperasikan untuk kebutuhan proyek seperti pengelasan batang rel KCJB di fasilitas Welding Factory yang tersedia di sana. 

"Dengan progres yang mencapai 79,90 persen, tentu sudah banyak yang sudah kami capai. Konstruksi bridge, subgrade, dan tunnel sudah hampir mendekati final. Rangkaian EMU dan CIT KCJB juga sudah diproduksi. Beberapa unit sudah selesai produksinya dan rencananya akan tiba di Indonesia di pertengahan 2022 untuk dipakai saat trial run nanti," ungkap Dwiyana.

Pihak KCIC bersama tim konstruksi dan para ahli juga sudah menemukan solusi untuk mengatasi kendala geografis berupa clay shale yang dihadapi dalam pengerjaan tunnel 2, tunnel 4, dan tunnel 6. KCIC melibatkan ahli tunnel dari ITB dan Tiongkok untuk melakukan penggalian di titik inlet dan outlet, dan dua titik inclined shaft.

Di samping itu, ada perubahan metode kerja dari three bench menjadi double side-wall untuk menghindari longsor, serta melakukan surface grouting di lapisan atas tunnel dengan melakukan drilling dan pengecoran di titik-titik rawan clay shale untuk memperkuat lapisan atas tunnel.

"Kami sangat bersyukur sekali karena KCIC bersama kontraktor KCJB sudah menemukan solusi untuk mengatasi kendala geografis di tunnel 2, 4, dan 6. Tentu solusi ini jadi langkah yang besar saat upaya percepatan pembangunan karena ketiga tunnel tersebut berada di area clay shale dan masuk sebagai titik konstruksi dengan tantangan geografis yang terberat," ungkapnya.

Sepanjang 2021, proyek KCJB ini juga telah melakukan launching gantry pertama kali yang berhasil melewati tunnel 11 pada 27 Juli, lalu topping off Stasiun halim pada 30 Juli, pengecoran Box Girder Full Span 32 meter sekaligus Cast in Situ ke-100 di DK0+500 pada 1 September tahun lalu.

Selain itu ada pengecoran terakhir untuk seluruh struktur long span 128 meter di section 1 dan 2 pada 28 September, penyelesaian produksi satu set EMU pertama pada 1 Oktober, launching gantry melewati steel truss bridge DK110 pada 26 November, penyelesaian empat set EMU dan satu set CIT pada 1 Desember, pemasangan slab track pertama di DK33 pada 29 Desember, serta penyelesaian setoran modal dari konsorsium BUMN Indonesia pada 31 Desember.


 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif