Panen raya tebu di Desa Pasirbungur, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Foto: dok Pupuk Indonesia.
Panen raya tebu di Desa Pasirbungur, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat. Foto: dok Pupuk Indonesia.

Program Makmur Tingkatkan Produktivitas Tebu

Husen Miftahudin • 15 Agustus 2022 21:17
Subang: PT Pupuk Kujang Cikampek (anak usaha PT Pupuk Indonesia) dan PT PG Rajawali II (anak usaha PT RNI (Persero) Holding Pangan ID FOOD) kembali berhasil meningkatkan produktivitas tanaman tebu melalui program Makmur di Desa Pasirbungur, Kecamatan Purwadadi, Kabupaten Subang, Jawa Barat.
 
Wakil Direktur Utama Pupuk Indonesia Nugroho Christijanto menyebutkan, panen tebu ini berhasil meningkatkan produktivitas tanaman tebu dari 60 ton menjadi 104 ton per hektare atau mengalami peningkatan 73 persen.
 
Dengan keberhasilan ini, Nugroho berharap petani tebu lainnya dapat bergabung dalam program Makmur sehingga bisa mendapatkan pendampingan dan meningkatkan produktivitas tanamannya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Melalui program Makmur, Pupuk Indonesia mendukung peningkatan produktivitas tanaman tebu dengan komitmen untuk memastikan ketersediaan pupuk yang dibutuhkan serta turut mengawal budidaya tebu. Hal ini dilakukan untuk mewujudkan swasembada gula," ungkap Nugroho saat mengikuti panen tebu bersama Pupuk Kujang Cikampek dan ID FOOD yang dihadiri Asisten Deputi Pangan dan Pupuk Kementerian BUMN Zuryati Simbolon, dikutip dari siaran persnya, Senin, 15 Agustus 2022.
 
Dengan peningkatan produktivitas ini, lanjut Nugroho, keuntungan para petani tebu pun mengalami peningkatan hingga 271 persen, yaitu dari Rp7,06 juta per hektare menjadi Rp26,2 juta per hektare.
 
"Hal ini tidak lepas dari peran semua pemangku kepentingan yang terlibat dalam ekosistem Makmur. Kami mengucapkan terima kasih kepada pihak-pihak yang telah mendukung program Makmur ini sehingga dapat berjalan baik," tutur Nugroho.
 
Nugroho kembali menyebutkan, hingga Juli 2022, program Makmur telah terlaksana di atas lahan seluas 184.305 hektare atau 73 persen dari target 250 ribu hektare pada akhir 2022, dengan jumlah petani binaan sebanyak 94.431 orang.
 
Dari total lahan seluas 184.305 hektare ini, lahan varian tebu pada program Makmur sudah terimplementasi seluas 45.532 hektare atau 41 persen dari target yang ditetapkan sebanyak 110 ribu hektare dengan melibatkan sebanyak 8.686 orang petani. Sementara sisanya untuk komoditas padi, jagung, kopi, kelapa sawit, hortikultura, dan sebagainya.
 
Baca juga: ID FOOD Revitalisasi Pabrik Gula Guna Wujudkan Swasembada

 
Sementara itu, Direktur Utama Holding Pangan ID FOOD sekaligus Ketua PMO Program Makmur Frans Marganda Tambunan mengatakan, BUMN Pangan dan Pupuk Indonesia bersinergi untuk mendukung swasembada gula nasional melalui ekosistem pelaku usaha pertanian. Diantaranya dengan perbaikan on farm dan off farm, termasuk salah satunya adalah melalui program Makmur dengan pemberdayaan petani dan kemitraan petani.
 
"Program Makmur yang dikelola ID FOOD melalui anak usaha PT PG Rajawali II juga telah menghasilkan produksi tebu sebesar 228 ribu ton di luasan lahan 3.156,45 hektare dan jumlah petani sebanyak 430 orang," jelas Frans.
 
Frans melanjutkan, dari beberapa komoditas pangan melalui program Makmur, komoditas tebu menjadi prioritas guna menggenjot kontribusi gula nasional. "Sinergi melalui program Makmur ini wujud terciptanya ekosistem pangan, atasi krisis pangan," ujar Frans.
 
Direktur Utama Pupuk Kujang Cikampek Maryadi menambahkan, pihaknya saat ini sedang memperkuat ekosistem petani tebu di Jawa Barat. Melalui program Makmur, petani tebu ditargetkan bisa meningkatkan keuntungan dan lebih sejahtera.
 
Demi menyokong rencana tersebut, Pupuk Kujang membuat pupuk NPK khusus tebu untuk memudahkan petani. Maryadi  menuturkan, NPK Tebu Pupuk Kujang memiliki formula 21-9-15+S+Zn.
 
"NPK tebu Kujang memiliki kandungan nitrogen (21) fosfor (9) dan kalium (15). Di NPK tersebut, kami juga menambahkan sulfur (S) dan seng (Zn)."
 
"Formula pupuk tebu kami buat berdasarkan hasil riset. Dengan menambahkan sulfur dan seng, tebu bisa tumbuh lebih maksimal, berbatang jangkung hingga rendemen gula menjadi lebih banyak," Maryadi menambahkan.

 
(HUS)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif