Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo. FOTO: dok PLN
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo. FOTO: dok PLN

SMI dan PLN Bersinergi Dukung Percepatan Transisi Energi

Angga Bratadharma • 19 Oktober 2022 10:44
Bali: PT Sarana Multi Infrastruktur (Persero) (PT SMI) dan PT PLN (Persero) berkolaborasi mendukung agenda pemerintah dalam percepatan transisi energi di Indonesia, sebagai salah satu agenda prioritas Presidensi G20 Indonesia 2022. Upaya itu dituangkan dalam nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU).
 
Penandatanganan MoU ini dilakukan oleh Direktur Utama SMI Edwin Syahruzad dan Direktur Keuangan PLN Sinthya Roesly disaksikan Wakil I Menteri Badan Usaha Milik Negara Pahala Nugraha Mansury, pada acara State Owned Enterprise (SOE) International Conference 2022, di Bali Nusa Dua Convention Center (BNDCC).
 
Kolaborasi antara SMI dan PLN ini akan fokus pada pengembangan skema pembiayaan dan investasi sehubungan dengan program transisi energi yang sedang dilakukan oleh PLN, namun tidak terbatas pada program early retirement proyek pembangkit listrik tenaga uap.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan PLN dan SMI akan bersama-sama menyusun skema atas rencana pembiayaan dan investasi dari early retirement guna mendukung percepatan transisi dari batu bara ke energi terbarukan.
Baca: Memahami Arti Resesi Ekonomi, Beserta Dampaknya

PLN akan mendukung inisiatif tersebut melalui penyediaan informasi proyek terkait Energy Transition Mechanism (ETM) dan pemenuhan persyaratan untuk memperoleh fasilitas pembiayaan dari SMI dan/atau pihak ketiga yang menjadi mitra SMI," kata Darmawan, dalam keterangan tertulisnya, Rabu, 19 Oktober 2022.
 
ETM merupakan sebuah mekanisme transisi dari penggunaan batu bara sebagai sumber energi ke energi baru terbarukan, dengan tujuan untuk mencapai target pemerintah dalam pengendalian emisi gas rumah kaca menjadi sebesar 31,89 persen dengan usaha sendiri di 2030, serta pencapaian emisi nol bersih pada 2060.
 
Salah satu sektor yang dapat berkontribusi langsung dalam penurunan emisi gas rumah kaca ini adalah sektor energi di mana sektor ini menggunakan batu bara sebagai sumber energi, yang memiliki dampak emisi karbon cukup tinggi.
 
Artinya diperlukan kolaborasi para pemangku kepentingan untuk bersama melakukan transisi energi ini pada berbagai sektor kerja sama baik sosial, lingkungan, teknologi, hingga pembiayaan.
 
(ABD)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif