Ilustrasi Listrik. Foto: Medcom.id
Ilustrasi Listrik. Foto: Medcom.id

Masih Dikaji, Usulan Penghapusan Daya 450 VA Tidak Dilakukan dalam Waktu Dekat

Media Indonesia • 15 September 2022 10:57
Jakarta: Isu mengenai penghapusan daya 450 volt ampere (VA) masih hangat menjadi perhatian publik. Namun, berita itu diredam kembali oleh Ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI Said Abdullah yang menegaskan rencana penghapusan daya 450 VA masih dikaji.
 
Dia bilang rencana itu masih digodok kembali oleh DPR RI sehingga kebijakan itu tidak akan diambil dalam waktu dekat.
 
Menurutnya, ada beberapa tahapan persiapan yang akan dilakukan sebelum kebijakan yang jadi usulan Banggar DPR itu dilaksanakan. "Secara bertahap terhadap keluarga kemiskinan parah dengan 450 VA, tentu tidak bisa kita lakukan dengan serta merta ke 900 VA," kata Said dilansir Media Indonesia, Kamis, 15 September 2022.
 
Baca juga: PLN Bali Pastikan Belum Ada Penghapusan Daya Listrik 450 VA 

Dia menjelaskan, terhadap keluarga miskin yang masih menggunakan 450 VA, terus diupayakan untuk bermigrasi ke 900 VA secara perlahan-lahan, sejalan dengan peningkatan kebutuhan elektrifikasinya.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Dalam usulannya, Said menyebut sebaiknya daya listrik 450 VA dihapus. Lalu daya listrik untuk rumah tangga miskin yang menerima subsidi listrik dinaikkan dari 450 VA menjadi 900 VA.
 
"Lalu pelanggan yang tadinya menggunakan daya 900 VA dinaikkan menjadi 1.200 VA. Namun untuk golongan ini, tidak semuanya terdaftar menjadi penerima subsidi tarif listrik," ujarnya.
 
Politikus PDI Perjuangan itu menjelaskan, kenaikan daya listrik tersebut bersifat gratis dan masyarakat tidak dikenakan biaya apapun. Ia juga menegaskan, penghapusan daya listrik 450 VA tersebut masih dibahas lebih rinci oleh Banggar DPR RI.
 
Usulan penghapusan daya listrik 450 VA tersebut berawal dari kondisi PT PLN (Persero) yang terus mengalami over supply listrik yang diperkirakan mencapai 41 gigawatt (GW) pada 2030, seiring dengan penerapan energi baru terbarukan (EBT).  
 
Setiap satu GW, PLN harus menanggung beban sekitar Rp3 triliun per tahun karena dalam kontrak jual-beli listrik dengan produsen listrik swasta, terdapat skema take or pay
 
(ANN)



LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif