Ilustrasi. Foto : MI/Galih.
Ilustrasi. Foto : MI/Galih.

Fundamental Kuat, Saham PGAS Dinilai Berpeluang Masuk Indeks MSCI Lagi

Ekonomi Gas Saham Perusahaan Gas Negara (PGN) BEI Ekonomi Indonesia saka energi indonesia pandemi covid-19 Pemulihan Ekonomi Nasional
Husen Miftahudin • 27 April 2022 11:31
Jakarta: Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) dinilai menjadi salah satu saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang berpeluang untuk masuk kembali dalam Indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI). Membaiknya fundamental bisnis PGAS dan potensi bisnis energi yang diperkirakan akan terus membesar pascapandemi, menjadi faktor yang akan memperkuat posisi PGAS sebagai kandidat saham di indeks MSCI.
 
Indeks MSCI dilakukan evaluasi setiap enam bulan sekali. Pada Mei depan dan berlaku efektif per 1 Juni 2022, indeks saham yang eksis sejak 1968 dan merepresentasikan bursa saham negara tertentu ini akan punya susunan baru. Beberapa saham diketahui menjadi kandidat untuk masuk Indeks MSCI Juni nanti. Selain PGAS ada PT Bukit Asam Tbk (PTBA), PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT Berkah Beton Sedaya Tbk (BEBS).
 
Senior Investment Information Mirae Asset Sekuritas Indonesia M Nafan Aji Gusta mengatakan peluang PGAS untuk masuk indeks MSCI cukup terbuka, mengingat sejumlah indikator fundamental perseroan yang terus membaik. Apalagi PGAS sendiri pernah menjadi bagian dari indeks MSCI.  

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Sepanjang 2021, PGAS berhasil memulihkan kondisi dari rugi 2020 sebesar USD264,77 juta menjadi laba bersih sebesar USD303,8 juta. Dari sisi topline, perseroan juga mencatatkan kinerja positif dengan meraih pendapatan sebesar USD3,04 miliar pada 2021, naik dibandingkan USD2,85 miliar pada 2020.
 
Volume distribusi gas periode 2021 meningkat menjadi sebesar 871 british thermal unit per day (BBTUD) dari periode 2020 sebesar 828 BBTUD. Sementara volume transmisi PGN tercatat mengalirkan gas sebanyak 1.352 Million Standard Cubic Feet per Day (MMSCFD). Adapun volume lifting minyak gas adalah 24.086 barrel oil equivalent per day (BOEPD) dengan harga rata-rata Indonesian Crude Price (ICP) sebesar USD68,8 per barel.
 
"Jika PGAS masuk kembali ke MSCI, hal itu mencerminkan kemampuan manajemen dalam mengelola bisnis dan juga keberhasilan perusahaan menjalankan Good Corporate Governance (GCG). Faktor perbaikan dan peningkatan fundamental, topline, dan bottomline PGAS sangat berpengaruh dalam penilaian indeks," ungkap Nafan dalam keterangan tertulis, Rabu, 27 April 2022.
 
Saham PGAS saat ini ditransaksikan di level Rp1.350 sampai Rp1.450 per saham. Kinerja sahamnya tergolong atraktif, sejalan dengan membaiknya kinerja perseroan dan prospek positif pemulihan ekonomi nasional dan global.
 
Nafan melihat PGAS sedang melakukan ekspansi bisnis, khususnya dalam pengembangan infrastruktur gas bumi ke berbagai sektor pelanggan. Pulihnya ekonomi setelah pandemi covid-19 mulai terkendali tentunya akan mendorong konsumsi energi kembali meninggi. Beberapa bisnis baru PGAS seperti operasionalisasi jaringan migas dari blok Rokan ke Dumai juga dapat menjadi katalis positif bagi kinerja PGN di 2022.  
 
Kondisi global juga sangat mempengaruhi potensi demand energi, apalagi dengan meningkatnya harga minyak dunia. Gas bumi bisa jadi pilihan utama sebagai energi transisi yang didukung program pemerintah dalam beberapa program gasifikasi untuk sektor kelistrikan termasuk upaya Pertamina sendiri sebagai holding untuk menekan biaya energi lewat pemanfaatan gas di kilang-kilangnya.
 
"Saka Energi (anak usaha PGAS) juga terus berekspansi dan semakin positif. Semuanya berpengaruh terhadap potensi kinerja fundamentalnya. Saka pastinya mau profitable kedepannya dan tentunya ini sangat baik bagi jangka panjang PGAS, momentum harga minyak saat ini bisa menjadi peluang bagus," jelas Nafan.
 
Saka Energi yang terus merugi dalam beberapa tahun, pada 2021 lalu akhirnya berhasil mencatatkan keuntungan senilai USD6 juta. Perusahaan juga mempercepat pembayaran sebagian utang obligasinya senilai USD220 juta pada 25 Maret 2022 lalu. Dengan kenaikan lifting minyak yang terus dicapai dan fluktuasi harga minyak dunia yang diperkirakan masih akan terjadi, kinerja Saka Energi dinilai akan terus membaik dan tidak lagi jadi beban bagi bisnis PGAS.
 
Nafan menyebut kinerja dan prospek positif yang ditunjukkan oleh bisnis PGN Group akan menjadi dasar bahwa sahamnya layak masuk dalam daftar potensi Indeks MSCI. "Masuknya saham PGAS ke indeks MSCI akan mendorong kinerja sahamnya di bursa juga positif. Akan ada faktor euforia pada saham yang berhasil masuk ke MSCI," ujarnya.

 
(HUS)


LEAVE A COMMENT
LOADING
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif