Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Foto : MI.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir. Foto : MI.

Soal Pangan, Erick Sebut Indonesia Masih Jauh dari Negara ASEAN

Husen Miftahudin • 12 Januari 2022 12:44
Jakarta: Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mengakui hasil dan produk-produk pangan Indonesia masih jauh tertinggal dibandingkan negara-negara tetangga seperti Thailand dan Vietnam. Bahkan berkat inovasi dan teknologi, hasil dan produk pangan kedua negara tetangga tersebut sudah mampu bersaing secara global.
 
"Banyak negara lain yang bisa menghasilkan hasil pangan jauh lebih baik dari Indonesia. Ini sudah terbukti, di beberapa negara tetangga sekarang punya produk unggulan berdasarkan riset dan teknologi," ujar Erick dalam Launching Holding BUMN Pangan dengan nama ID Food, Rabu, 12 Januari 2022.
 
Menurut Erick, hasil dan produk-produk pangan Indonesia seringkali menghadapi persoalan klasik. Padahal, sebagai negara agraris, Indonesia seharusnya bisa menghasilkan produk-produk pangan unggulan yang bisa mendunia.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Kita masih terjebak pada 'supply demand', masih terjebak bagaimana ketidakberpihakan kita kepada para petani. Sedangkan, negara tetangga sudah punya produk-produk unggulan," ketusnya.
 
Karena itu, ia terus mendorong penciptaan ekosistem Indonesia dengan peta jalan yang dibuat berdasarkan karakteristik nasional. Dengan tegas, Erick menolak keras implementasi ekosistem yang meniru peta jalan milik negara-negara maju seperti Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok.
 
"Negara kita berbeda dengan negara lain, kalau kita tidak memperbaiki ekosistem kita, roadmap kita, market kita tentu akan menjadi kekalahan dengan ekosistem negara lain yang melihat Indonesia hanya sebagai market dan sumber daya alam yang baik," sebutnya.
 
Erick menjelaskan bahwa ekosistem Indonesia terdiri dari sinergitas dan kolaborasi yang erat antara BUMN, pemerintah pusat, pemerintah daerah, kementerian/lembaga, swasta, Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), hingga para petani. Soal pangan, ia berharap Holding BUMN Pangan/ID Food dapat mendorong terciptanya ekosistem Indonesia.
 
"Peluncuran ID Food ini saya tekankan kepada para direksi yang ada di ID Food, ini bukan peluncuran logo, bukan hanya simbolik, tapi apa konkret result-nya, apa konkret hasilnya. Saya juga minta kepada seluruh direksi yang hadir di sini untuk menciptakan ekosistem Indonesia itu," tegas dia.
 
Ia memaparkan, ID Food didorong untuk melakukan perbaikan rantai pasok (supply chain) pangan nasional yang diakuinya hingga kini tidak memiliki kepastian lantaran tak ada koordinasi satu dan yang lainnya.
 
"Tentu saya juga berharap agar ID Food melakukan sinergitas dengan Himbara (Himpunan Bank Milik Negara), dengan PTPN, Perhutani, Pupuk Indonesia untuk melakukan pendampingan hasil dari para petani, peternak, dan juga kemungkinan nelayan. Juga ada solusi pembiayaan yang benar dengan data yang benar," pungkas Erick.
 
(SAW)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif