Ilustrasi Desa Penglipuran, salah satu destinasi wisata yang banyak menarik minat wisatawan asing di Pulau Bali - - Foto: dok Kemenparekraf
Ilustrasi Desa Penglipuran, salah satu destinasi wisata yang banyak menarik minat wisatawan asing di Pulau Bali - - Foto: dok Kemenparekraf

Desa Wisata Jadi Favorit Masyarakat saat Libur Lebaran

Insi Nantika Jelita • 18 Mei 2022 11:19
Jakarta: Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengungkapkan desa wisata menjadi salah satu pilihan destinasi wisata yang paling diminati oleh masyarakat saat libur Lebaran 2022.
 
Ia mengaku menerima beberapa laporan dari pengelola desa wisata mengenai peningkatan jumlah kunjungan wisatawan di desa wisata. Pihaknya pun memberi pola perjalanan atau travel pattern yang jadi pilihan destinasi wisata oleh para pemudik.

"Dan ternyata masyarakat pemudik ini menjatuhkan pilihan ke desa-desa wisata pada jalur sekitar mudik," kata Menparekraf dalam siaran pers, Rabu, 18 Mei 2022.
 
Beberapa destinasi wisata yang ramai dikunjungi di antaranya Borobudur, yang merupakan salah satu Destinasi Super Prioritas. Dari catatan Kemenparekraf, ada kenaikan 100 persen okupansi homestay di Desa Wisata di sekitar Candi Borobudur.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Selain itu, ada juga peningkatan jumlah wisatawan, yakni 5.000 orang ke Desa Wisata Tegalmulyo, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Lalu, ada lonjakan jumlah wisatawan sebanyak 400 orang ke Desa Wisata Kerapu Kabupaten Situbondo, Jawa Timur.
 
Kemudian, jumlah wisatawan ke Desa Wisata Kalibiru Kabupaten Kulon Progo mencapai 7.000 orang dan meningkatnya penjualan paket wisata dengan jumlah wisatawan sebanyak 1.357 orang ke Desa Wisata Pentingsari Kabupaten Sleman.
 
Selain itu, tercatat juga lonjakan jumlah wisatawan sebanyak 1.700 orang ke Desa Wisata Cikakak, Kabupaten Banyumas hingga meningkatnya wisatawan sebanyak 6.320 orang ke Desa Wisata Pentagen Kabupaten Kerinci.
 
Agar desa wisata terus berkembang, Menparekraf mengimbau pemerintah daerah dan para pengelola desa wisata agar tetap patuh pada protokol kesehatan secara ketat dan disiplin. Serta, mengupayakan sertifikasi desa wisata berkelanjutan.
 
Sandiaga juga mendorong pemda dan pengelola desa wisata untuk mengimplementasikan program pendampingan pengelolaan sampah. "Karena jika banyak pengunjungnya, sampahnya juga banyak, oleh karena itu kita harus kelola lebih baik," pungkasnya.

 
(Des)


LEAVE A COMMENT
LOADING

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif