Jakarta: Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan meminta pembangunan Tol Bekasi-Cawang-Kampung Melayu (Becakayu) segera dituntaskan, lantaran sudah molor selama 25 tahun atau sejak 1996.
Saat itu, PT Kresna Kusuma Dyandra Marga didapuk menjalankan proyek, tapi terhenti dua tahun kemudian akibat krisis moneter 1998.
"Pembangunan jalan Tol Becakayu ini sudah dimulai dari 1996, tetapi masih dalam proses penyelesaian hingga sekarang. Oleh karena itu, proyek ini harus segera kita tuntaskan," ungkap Luhut dalam siaran persnya, Jumat, 24 Desember 2021.
Luhut menjelaskan, pembangunan tol tersebut akhirnya diambil alih oleh PT Waskita Karya pada 2015. Untuk menuntaskannya dibutuhkan anggaran sebesar Rp3,75 triliun. Sebagian anggaran tersebut disuntik melalui Penyertaan Modal Negara (PMN), sedangkan sisanya melalui investasi.
"Kalau proyek ini bisa segera diselesaikan, kita dapat merasakan manfaat yang luas, utamanya dalam mengurangi kemacetan dan memberikan akses yang lebih mudah bagi masyarakat," tambah Luhut.
Ia menambahkan penuntasan seluruh seksi Tol Becakayu sangat penting mengingat satu sisi jalan saja sudah dilalui oleh 17 ribu kendaraan per hari. Ia berharap tol Becakkayu akan beroperasi pada Maret 2022.
"Saya akan bawa ini ke rakor agar tol dapat segera digunakan 2022. Penyelesaian hingga seksi 2B sangat penting untuk menyambung ruas Tol Becakayu hingga selesai, terkait pendanaan bisa melalui kerja sama investasi asing maupun melalui PMN agar proyek segera dapat dituntaskan," pungkasnya.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan