Industri pembuat APD di Indonesia. Foto: Antara/Galih Pradipta
Industri pembuat APD di Indonesia. Foto: Antara/Galih Pradipta

Mendag: Ekspor APD Perbaiki Neraca Dagang

Ekonomi kementerian perdagangan Alat Pelindung Diri (APD)
Ilham wibowo • 10 Juni 2020 10:57
Jakarta: Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto setuju untuk merevisi aturan ekspor agar Indonesia bisa kembali mengekspor Alat Pelindung Diri (APD) produksi industri lokal. Meski demikian, prioritas tetap diutamakan untuk kebutuhan penanganan covid-19 di dalam negeri.
 
"Terkait ekspor alat kesehatan dan alat pelindung diri tentu akan diprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan di dalam negeri pada masa pandemi ini. Dalam kondisi seperti saat ini kita juga sangat mengharapkan ekspor meningkat untuk menyeimbangkan neraca perdagangan," kata Agus melalui keterangan tertulisnya, Rabu, 10 Juni 2020.
 
Menurutnya, evaluasi juga telah dilakukan terkait perizinan impor untuk kebutuhan industri di dalam negeri. Sebagai regulator dan pembina di bidang perdagangan, kata Agus, pihaknya berupaya memberikan iklim usaha yang lebih sejuk dan kondusif sehingga pelaku usaha dapat berusaha lebih baik, tidak ada PHK, produksi dan kelancaran distribusi.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Impor juga difokuskan untuk pemenuhan kebutuhan industri dalam negeri dan ekspor. Jadi selama masa pandemi ini kegiatan ekspor dan impor tetap berjalan. Pemerintah juga memberikan stimulus, baik kepada usaha mikro maupun kepada pengusaha kecil menengah dalam menangani covid-19 ini,” ucapnya.
 
Sebelumnya, Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa Produksi APD dalam negeri telah mengalami supply yang berlebihan. Kesepakatan revisi dilakukan terkait Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 23 tahun 2020 tentang larangan sementara ekspor antiseptik, bahan baku masker, alat pelindung diri, dan masker.
 
"Oversupply ini perlu ditindaklanjuti dengan kebijakan yang tepat, agar potensi ekspor yang sangat besar karena kebutuhan dunia yang semakin meningkat dapat menjadi trigger agar industri dalam negeri dapat bertahan sekaligus tetap memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi, termasuk di dalamnya membantu negara-negara lain," kata Agus.
 
Selain bersama Mendag, Agus Gumiwang juga telah berkomunikasi dengan Gugus Tugas Covid-19 Doni Monardo terkait ekspor APD itu. Kesepakatan bahkan telah terjalin untuk tetap fokus terlebih dahulu memenuhi kebutuhan APD bagi tenaga medis di dalam negeri.
 
"Ada beberapa kesepakatan waktu itu, jadi sebetulnya mengenai regulasi seharusnya sudah clear, nanti saya akan cek ke Menteri Perdagangan karena memang kewenangan untuk mengeluarkan regulasi ini ada di beliau, tapi sebetulnya kesepakatan dari kami bertiga sudah ada, sudah sangat baik kesepakatannya," ungkapnya.
 
Menperin memastikan bahwa produksi APD dalam negeri telah memenuhi syarat yang direkomendasikan organisasi kesehatan dunia (WHO). Standardisasi bahkan telah lolos laboratorium lembaga internasional terverifikasi.
 
"Beberapa produk dalam negeri telah lulus uji ISO 16604, standar level tertinggi WHO atau golden grade, yang diujikan di lembaga uji Amerika Serikat dan Taiwan sehingga dapat aman digunakan oleh tenaga medis di seluruh dunia," tuturnya.
 
Berdasarkan riset yang disusun oleh Kemenperin dan Kemenkes diperoleh data bahwa terjadi surplus produksi sampai dengan Desember 2020. Rinciannya yakni 1,9 miliar pcs untuk masker bedah, 337,7 juta pcs untuk masker kain, 13,2 juta pcs untuk pakaian bedah atau surgical gown, 356,6 juta pcs pakaian pelindung medis atau coverall.
 
"Kecuali untuk masker N95 yang masih mengalami defisit sebesar 5,4 juta pcs, karena saat ini hanya terdapat satu produsen dengan kapasitas 250 ribu pcs per bulan," pungkasnya.

 
(DEV)


FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif